- Ilustrated by ChatGPT
Operasi Modifikasi Cuaca Belum Hasilkan Hujan di Kalbar dan Kalteng, Pemadaman Karhutla Diperkuat
Mempawah, tvOnenews.com-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui operasi darat dan udara. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap dijalankan, namun hingga perkembangan terakhir belum menghasilkan hujan karena pertumbuhan awan masih terbatas.
Di tengah kondisi tersebut, penanganan diperkuat melalui patroli, pemadaman darat, pengeboman air, penyekatan area terbakar, pembasahan lahan gambut, hingga pendinginan berulang untuk mencegah api kembali menyala.
Berdasarkan data penanganan karhutla per 1 September 2026, Kalimantan Tengah mencatat 50 titik api, tertinggi di antara enam provinsi prioritas. Sementara Kalimantan Barat mencatat 31 titik api.
Di Kalimantan Barat, luas lahan yang terbakar tercatat lebih dari 511 hektare. Dari jumlah tersebut, lebih dari 135 hektare telah dipadamkan.
Penanganan melibatkan 14.563 personel yang tersebar di 25 lokasi pada delapan kabupaten/kota.
Operasi dari udara juga terus dilakukan. Empat helikopter telah menjatuhkan sekitar 408.000 liter air dengan penanganan dipusatkan di wilayah Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya.
Sementara di Kalimantan Tengah, lebih dari 77 hektare lahan tercatat terbakar dan lebih dari 48 hektare telah berhasil dipadamkan.
Kondisi penanganan di kedua provinsi tersebut berbeda dengan pelaksanaan OMC di sejumlah wilayah Sumatra yang telah menghasilkan hujan.
Di Riau, OMC dilakukan menggunakan 3.000 kilogram bahan semai. Operasi tersebut menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Bengkalis, Siak, dan Pekanbaru.
Sedangkan di Jambi, penggunaan 2.000 kilogram bahan semai menghasilkan hujan ringan di sejumlah wilayah.
Perbedaan hasil operasi tersebut terjadi seiring kondisi pertumbuhan awan di masing-masing wilayah. Di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, keterbatasan pertumbuhan awan membuat OMC yang dilakukan belum menghasilkan hujan.
Karena itu, penanganan karhutla di wilayah tersebut tetap diperkuat melalui kombinasi operasi udara dan darat.
Secara keseluruhan, pemerintah mengoperasikan 53 armada udara untuk mendukung penanganan karhutla. Armada tersebut terdiri atas 19 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 34 helikopter untuk pengeboman air.
Penggunaan armada dilakukan dengan menyesuaikan lokasi titik api, kondisi cuaca, serta kebutuhan penanganan di lapangan.
Selain pemadaman, pemerintah terus melakukan patroli dan pendinginan pada area yang telah ditangani. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api di lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan.(Ist)