- dok.kolase tvOnenews.com/ @badanperwakilannetizen2
Viral Dugaan Penipuan Loker di Pasar Minggu, Pelamar Dimintakan Uang Sampai Jutaan Rupiah
Jakarta, tvonenews.com- Viral satu kabar di media sosial (Medsos) yang menuai perhatian netizen. Sebab adanya dugaan penipuan dengan modus info loker (lowongan pekerjaan) di Pasar Minggu.
Kabar loker penipuan ini terungkap, setelah adanya satu video yang memperlihatkan beberapa orang mendatangi Kantor Seleksi beralamat di Jl. Raya Pasar Minggu No.10B Jakarta, Selatan.
Video beberapa pria gruduk Ruko di Pasar Minggu itu viral. Dugaan penipuann ini salah satunya diunggah akun Instagram @badanperwakilannetizen2.
"Menanggapi laporan netizen yang kena tipu loker palsu di daerah Pasar Minggu kami BADAN PERWAKILAN NETIZEN menurunkan tim langsung ke lapangan," tulis akun tersebut dalam kolom keterangan video.
Dalam unggahan tersebut, akun instagram tersebut menampilkan adanya aduan korban. Diduga menjadi korban penipuan karena saat melamar pekerjaan malah dimintakan sejumlah uang.
Jumlah uang yang dimintakan juga bervariasi. Namun yang viral, menyebutkan diminta uang sebesar Rp 1,3 juta untuk uang seragam.
Disclaimer: Berita ini buat berdasarkan kabar viral atau fenomena yang menjadi perhatian publik di media sosial (Medsos).
"Min saya habis kena tipu, loker palsu di Pasar Minggu, alamatnya samping hotel Fiducia. aku jauh-jauh dari Sukabumi ke Jakarta cuma bawa 500 ribu sampai sana diminta uang 1,3 juta untuk uang seragam," bunyi keterangan salah satu korban.
Peristiwa ini terjadi di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan diunggah dalam akun Instagram @badanperwakilannetizen2.
Sejauh ini disebutkan masih didalami pihak Kepolisian. Tim tvonenews.com masih menunggu respons pihak berwajib.
Sebagai tambahan informasi, bagi kita perlu mengetahui ciri-ciri penipuan lowongan kerja. Berikut penjelasannya dirangkum dari laman banksinarmas.com.
Pertama, menggunakan alamat Email Tidak Resmi.
Info lowongan kerja yang berpeluang melakukan penipuan, salah satu ciri paling mudah dikenali dari lowongan palsu adalah alamat email yang tidak profesional atau tidak sesuai domain perusahaan.
Misalnya, menggunakan alamat seperti: rekrutmenptabc@gmail.com atau lowongan.karyawan123@yahoo.com
Padahal, perusahaan besar dan resmi biasanya menggunakan domain perusahaan, seperti @companyname.co.id atau @companyname.com.
Kedua, Meminta Uang atau Biaya Administrasi
Hal kedua bila anda menemukan loker, pastikan tidak ada atau meminta “uang administrasi”, “biaya pelatihan”, atau “uang seragam” dengan janji kamu akan segera diterima kerja.
Perusahaan asli tidak pernah meminta uang dalam proses rekrutmen. Semua biaya seleksi, pelatihan, dan perjalanan kerja resmi biasanya ditanggung oleh perusahaan itu sendiri.
Ketiga, Deskripsi Pekerjaan yang Terlalu Umum
Hal ketiga perlu diperhatikan, kalau lowongan palsu sering kali memiliki deskripsi pekerjaan yang samar, tidak detail, dan terlalu umum. Misalnya:
“Dibutuhkan segera! Posisi: Staff Kantor. Syarat: Pria/wanita, usia 18-40 tahun, pendidikan minimal SMA. Gaji tinggi dan bonus besar!”
Namun tidak ada penjelasan tentang jenis pekerjaan, tanggung jawab, atau lokasi kerja yang spesifik. Tujuannya agar banyak orang tertarik melamar tanpa berpikir panjang.
Cara menghindari: Periksa isi deskripsi kerja. Perusahaan yang kredibel akan menjelaskan tanggung jawab pekerjaan, kualifikasi yang dibutuhkan, lokasi, dan tahapan seleksi dengan jelas.(klw)