- Tangkapan Layar
Muncul Fakta Baru, Pelaku Kasus Dugaan Pelecehan Menjabat sebagai Wakasek Kesiswaan di SMAN 1 Pamanukan
Jakarta, tvonenews.com- Kasus dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan viral di media sosial (Medsos). Wajah pelaku dan jabatan pun beredar menuai perhatian warganet.
Kini muncul fakta baru di medsos, terkait jabatan kerja terduga pelaku dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan. Disebut-disebut menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan.
Kabar adanya dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan ini mencuat, karena viralnya video puluhan siswa melakukan demo setelah upacara pada Senin 7 September 2026.
- Instagram @infojalurpantura_
Mengutip dari salah satu akun medsos, kalau terduga pelaku juga dikenal sebagai Guru Matematika. Dengan nama lengkap H.Ahmad Taoji, S.Si,.M.pd.
"Oknum guru tersebut bernama Ahmad Taoji. Ia diduga melakukan pelecehan terhadap sejumlah siswa di lingkungan sekolah," keterangan dalam akun @boy060690, dikutip Selasa (8/9).
Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan kabar yang viral atau fenomena yang menarik perhatian publik di media sosial.
Kasus ini bukan hanya menarik perhatian warganet, ternyata juga disorot anggota dewan daerah Jawa Barat.
Dalam keterangannya, anggota DPRD Jawa Barat Zaini Shofari mendorong dilakukannya pendalaman kasus pelecehan yang terjadi di SMAN 1 Pamanukan.
Zaini juga mengatakan kalau pihak SMAN 1 Pamanukan dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jabar di wilayah itu, segera harus bertindak lebih cepat sehingga masalah ini dapat dikanalisasi.
"Jika benar-benar terjadi kasus pencabulan yang terjadi di SMAN 1 Pamanukan, saya prihatin. Dan tentu harus ada pendalaman kasus yang dilakukan, diinvestigasi lebih jauh," kata Zaini di Bandung, dikutip dari Antara.
- Tangkapan Layar
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, terduga pelaku ketahuan melakukan pelecehan karena sering mengirim pesan terhadap seorang siswi. Dalam foto yang beredar, pelaku menganggap korban seperti anaknya.
Dalam info yang viral itu, selebaran memuat identitas pelaku “Waspada! Guru Pelaku Pencabulan Terhadap Siswa,”.
"(Nama korban) sekali lagi ayah minta maaf, ayah tahu (korban) marah sama ayah, sampai ayah ke rumah pun (korban) tidak mau keluar, ayah tahu ayah salah, ayah benar-benar menyesal. Ayah tidak mau ini menjadi masalah buat ayah dan (korban)."