- Istimewa
Gandeng Polda Metro Jaya, Yayasan AHM Ajak Gen Z Bangun Budaya Safety Riding untuk Tekan Angka Kecelakaan
Jakarta, tvOnenews.com - Keselamatan berkendara di Indonesia masih menjadi tantangan di tengah tingginya penggunaan sepeda motor sebagai transportasi sehari-hari. Salah satu faktor penting yang dapat menentukan risiko kecelakaan lalu lintas adalah perilaku pemotor.
Berdasarkan data Korlantas Polri, lebih dari 200 ribu sepeda motor terlibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2024. Pada tahun yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat lebih dari 152 ribu kasus.
Kecelakaan tersebut menyebabkan lebih dari 27 ribu orang meninggal dunia. Angka ini tentu menunjukkan tingginya risiko keselamatan yang dihadapi pengguna jalan setiap hari.
Kelompok usia muda juga menjadi perhatian. Data Korlantas menunjukkan kelompok usia 6–25 tahun yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa menyumbang 39,48% dari kecelakaan. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 25–55 tahun yang mencapai 39,26%.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan berkendara aman sejak usia muda. Edukasi keselamatan juga perlu disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian generasi muda agar tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterapkan saat berada di jalan.
Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat, Subdit Keamanan dan Keselamatan, Ditlantas Polda Metro Jaya, Sri Indira Purnamawati mengatakan kecelakaan lalu lintas sering berawal dari perilaku berisiko yang sebenarnya dapat dihindari.
“Misalnya, kita harus pakai helm. Merasa tidak keren menggunakan helm, karena ribet, karena terlalu dekat, merasa tidak akan kecelakaan. Ternyata kemudian terjadi kecelakaan,” ujar Sri Indira dalam acara Safety Riding Short Movie Contest 2026 di Jakarta, Rabu (9/9).
Menurut Sri Indira, penggunaan helm dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bagian mendasar dari keselamatan berkendara. Pengendara juga perlu menghindari kebiasaan berisiko, seperti melaju dengan kecepatan tinggi dan menggunakan ponsel ketika berkendara.
Ia menambahkan, penegakan hukum harus dibarengi edukasi yang dilakukan secara luas dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat mengubah kesadaran mengenai keselamatan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Kampanyekan Keselamatan Berkendara Lewat Kreativitas
Upaya membangun budaya keselamatan berkendara juga dilakukan Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) melalui kampanye Safety Riding bertajuk “Stay Alive for The Next Chapter”. Program tersebut digelar bersama Katadata dengan menyasar generasi muda, khususnya Gen Z.