- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Bukan Sekadar Bazar, Pemerintah Mulai Dorong UMKM Masuk Pasar Digital
tvOnenews.com - Produk sudah dibuat, usaha sudah berjalan, tetapi persoalan berikutnya justru sering menjadi yang paling sulit bagi pelaku usaha kecil: menemukan pasar. Bagi banyak UMKM, kemampuan memproduksi barang belum otomatis berarti mampu menjangkau konsumen secara luas dan berkelanjutan.
Persoalan akses pasar itu kini mulai mendapat perhatian lebih besar dalam program pemberdayaan pemerintah. Pendekatannya tidak lagi hanya berupa pelatihan atau pemberian ruang berjualan dalam sebuah bazar, tetapi mulai diarahkan pada bagaimana pelaku usaha bisa membangun saluran pemasaran sendiri, termasuk melalui media sosial dan ekosistem digital.
Langkah tersebut terlihat dalam kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) melalui RRI Fest di Lapangan Sakura, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9/2026).
Program 1001 Pasar Rakyat yang digelar dalam kegiatan itu mempertemukan UMKM dengan konsumen sekaligus memberikan pelatihan untuk memperluas pemasaran melalui media sosial.
Tantangan UMKM Bukan Berhenti di Produksi
Skala sektor UMKM membuat persoalan akses pasar menjadi isu yang tidak kecil. Berdasarkan data Kementerian UMKM yang dikutip ANTARA, Basis Data Tunggal UMKM per 31 Desember 2025 mencatat sekitar 30,2 juta unit usaha. Sebanyak 30,11 juta di antaranya atau sekitar 99,70 persen merupakan usaha mikro, sementara usaha kecil tercatat 73.828 unit dan usaha menengah 15.313 unit.
Besarnya jumlah tersebut berhadapan dengan tantangan untuk memperluas konsumen. Pemerintah sebelumnya juga telah melihat digitalisasi sebagai salah satu cara untuk membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat pemanfaatan teknologi digital dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan konsumen, termasuk melalui platform penjualan daring dan pembayaran digital.
Dalam konteks itulah program pemberdayaan UMKM mulai diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi mendapatkan pengetahuan dan akses yang dapat digunakan setelah kegiatan selesai.
Di Bogor, sebanyak 55 pelaku UMKM yang telah melalui proses kurasi mengikuti bazar, sedangkan 100 pelaku usaha memperoleh penguatan kapasitas melalui workshop optimalisasi media sosial untuk perluasan pasar.
Media Sosial Mulai Jadi Bagian dari Strategi Jualan