- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Bukan Sekadar Label, Ini Alasan Halal Mulai Jadi Penentu Kepercayaan Konsumen pada Sebuah Brand
tvOnenews.com - Label halal pada sebuah produk selama ini kerap dipahami sebagai tanda bahwa sebuah brand telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, cara konsumen melihatnya mulai berkembang.
Di tengah banyaknya pilihan produk, konsumen tidak hanya bertanya apakah sebuah produk halal, tetapi juga seberapa dapat dipercaya brand yang berada di balik produk tersebut.
Pertimbangan itu semakin relevan ketika konsumen memiliki akses lebih luas terhadap informasi. Bahan baku, proses produksi, reputasi perusahaan hingga pengalaman setelah membeli dapat dengan mudah dibandingkan.
Sertifikasi halal akhirnya bukan lagi sekadar tanda kepatuhan, tetapi menjadi salah satu informasi yang membantu konsumen membentuk persepsi terhadap sebuah merek.
Perubahan tersebut membuat halal memiliki dimensi yang lebih luas dalam strategi brand. Kepatuhan tetap menjadi fondasi, tetapi kepercayaan perlu dibangun melalui konsistensi.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sendiri menekankan bahwa sertifikasi bukan hanya persoalan regulasi, melainkan juga memberikan jaminan kepada konsumen dan berkaitan dengan kepercayaan terhadap produk serta layanan.
Konsumen Mulai Melihat Halal Bersamaan dengan Kekuatan Brand
Gambaran mengenai perubahan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Top Halal Award 2026 yang digelar IHATEC Marketing Research, Rabu (23/9). Tahun kelima penyelenggaraan ini mengangkat tema “Halal Beyond Compliance: Elevating Brand Trust in the AI Marketing Era”.
IHATEC Marketing Research menggunakan Top Halal Index untuk melihat persepsi konsumen terhadap aspek brand dan halal. Survei tahun ini melibatkan 2.100 responden di Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Balikpapan, dengan kelompok responden Gen Milenial dan Gen Z. Ukuran sebuah brand tidak berhenti pada pemenuhan regulasi.
“Top Halal Award bukan sekadar simbol kepatuhan terhadap regulasi halal, melainkan sebuah pengakuan atas keberhasilan brand dalam membangun kepercayaan yang kuat dengan konsumen,” ujar Direktur IHATEC Marketing Research Evrin Lutfika.
Menurut Evrin, konsumen semakin memperhatikan kualitas, fungsi, nilai, transparansi, pengalaman, serta konsistensi sebuah brand. Karena itu, sertifikasi halal dapat menjadi bagian dari identitas merek, selama nilai tersebut benar-benar tercermin dalam bahan baku, proses produksi, rantai pasok hingga komunikasi kepada konsumen.