news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi: Diving Makin Diminati Generasi Muda, Bukan Sekadar Hobi tapi Jadi Tren Gaya Hidup?.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Diving Makin Diminati Generasi Muda, Bukan Sekadar Hobi tapi Jadi Tren Gaya Hidup?

Diving dan outdoor adventure makin menarik bagi generasi muda. Data global menunjukkan usia di bawah 40 tahun masih mendominasi sertifikasi diving. Tren ini
Kamis, 24 September 2026 - 23:53 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Diving perlahan keluar dari citra sebagai aktivitas eksklusif bagi penyelam berpengalaman. Di berbagai negara, aktivitas bawah laut kini menjadi bagian dari tren perjalanan dan eksplorasi yang menawarkan pengalaman langsung, mulai dari melihat kehidupan laut, menjelajahi lokasi baru, hingga membangun komunitas. 

Bagi generasi yang tumbuh bersama media sosial, pengalaman semacam ini juga memiliki nilai cerita dan visual yang kuat. Data global menunjukkan kelompok usia muda masih menjadi bagian besar dari ekosistem diving.

Statistik PADI untuk 2024 mencatat 34,8 persen sertifikasi diving global berasal dari kelompok usia 20–29 tahun, sementara 27,7 persen berasal dari usia 30–39 tahun. Jika digabungkan, sekitar 62,5 persen sertifikasi PADI pada 2024 diberikan kepada orang berusia 20–39 tahun. PADI juga mencatat sekitar 77 persen seluruh sertifikasi sejak 2019 berasal dari mereka yang berusia 39 tahun ke bawah.

Fenomena tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya minat terhadap aktivitas luar ruang. Di Amerika Serikat, Outdoor Industry Association dan Outdoor Foundation mencatat partisipasi kegiatan rekreasi luar ruang mencapai rekor 175,8 juta orang pada 2023, atau 57,3 persen penduduk Amerika berusia enam tahun ke atas.

Jumlah peserta bahkan meningkat 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 7,7 juta orang mencoba aktivitas outdoor untuk pertama kalinya.

Diving Menjadi Bagian dari Tren Eksplorasi dan Pengalaman

Perubahan tersebut membuat diving tidak lagi berdiri sendiri. Aktivitas bawah laut semakin beririsan dengan perjalanan, fotografi, konservasi, olahraga, hingga berbagai bentuk petualangan outdoor.

PADI pada 2024 juga mencatat meningkatnya perhatian terhadap *eco-diving*, sementara organisasi tersebut secara khusus menyebut meningkatnya kebutuhan industri untuk menjangkau Gen Z dan millennials. 

PADI bahkan menjalankan kampanye yang menyasar kedua kelompok tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas keterlibatan generasi muda dalam dunia diving.

Di Inggris, indikasi serupa terlihat dari perkembangan British Sub-Aqua Club (BSAC). Organisasi diving nasional tersebut melaporkan jumlah anggota kelompok usia 19–35 tahun meningkat 9 persen pada 2023. 

BSAC juga memperkuat penggunaan media sosial, termasuk TikTok dan Instagram, untuk menjangkau audiens yang lebih muda. Konten digital mereka mencatat 2,6 juta penayangan dari audiens yang sebelumnya sulit dijangkau melalui kanal pemasaran lain.

Namun, pertumbuhan minat juga membuat aspek edukasi dan keselamatan semakin penting. BSAC mencatat 331 insiden diving di Inggris dan luar negeri selama 2024, termasuk 12 insiden di Inggris yang berujung pada korban meninggal. 

Data tersebut menjadi pengingat bahwa eksplorasi bawah laut membutuhkan keterampilan, pelatihan, peralatan, dan pemahaman keselamatan yang memadai.

Indonesia Punya Ekosistem Laut dan Adventure yang Besar

Tren tersebut memiliki relevansi khusus bagi Indonesia yang memiliki kekayaan destinasi laut sekaligus beragam aktivitas petualangan darat dan udara. Diving, freediving, marine tourism, fotografi bawah laut, overland, motocamp, hingga berbagai aktivitas outdoor dapat bertemu dalam satu ekosistem pengalaman.

Praktisi diving Kirana Larasati melihat adanya peningkatan minat masyarakat Indonesia terhadap aktivitas tersebut.

“Kalau saya lihat animo saat itu di 2020 sejak saya mulai aktif di scuba diving saya melihat banyak sekali peningkatan di scuba diver yang baru. Banyak sekali orang mencoba dan akhirnya jatuh cinta. Dalam beberapa tahun, di Indonesia menjadi sangat-sangat banyak kenaikannya untuk scuba diver.”

Perkembangan komunitas juga membuat aktivitas adventure tidak lagi hanya bergantung pada kegiatan utama. Kursus, perjalanan, komunitas, perlengkapan, edukasi, kompetisi, hingga konten digital menjadi bagian dari rantai ekosistem yang saling berkaitan.

Dari perspektif pariwisata, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani melihat ruang kolaborasi tersebut dapat mempertemukan berbagai sektor.

“Saya melihat, ini mempertemukan banyak stakeholders banyak dunia sekaligus diving, free diving, marine tourism, photography, outdoor works, adventure komunitas, brand, pemerintah, airsoft gun, paragliding, macem-macem sampai industri kreatif. Bahkan pada penyelenggaraan 2026 yang saya lihat melibatkan lebih dari 50 komunitas dan menghadirkan lebih dari 100 brands, sekitar 20.000 pengunjung.”

Perubahan Ekosistem 365 Hari

Perubahan pola minat tersebut menjadi konteks bagi penyelenggaraan Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2027. Memasuki dua dekade perjalanan sejak 2007, dan akan kembali digelar Dyandra Event Solutions pada 15–18 April 2027 di Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC).

Mengusung tema “Twenty Years of Deep Collaboration”, ajang ini tidak lagi hanya menempatkan diri sebagai pameran diving. Penyelenggara memperluas cakupan ke *marine*, outdoor adventure, lifestyle, komunitas, destinasi, dan industri pendukung.

“Selama dua dekade, dibentuk oleh orang-orang yang membawa keahlian, gagasan, energi, dan kepercayaan mereka ke dalam satu ruang. Ada mitra yang mendukung sejak awal, komunitas yang terus menghidupkan kegiatan, dan generasi baru yang datang dengan cara pandang yang segar,” ujar Founder DXI Dharmawan Sutanto.

Diving Makin Diminati Generasi Muda, Bukan Sekadar Hobi tapi Jadi Tren Gaya Hidup?
Sumber :
  • ist

”Di tahun 2027, ini merupakan sebuah momentum karena 2027 bertepatan dengan 20 tahunnya, kami ingin mencoba melakukan kolaborasi yang lebih dalam lagi. Tidak sekedar hanya menjadi sebuah ajang eksibisi 4 hari, tapi menjadi sebuah ajang ekosistem 365 hari ke depan,” ujar Project Manager DXI 2027 Irfant Rifani.

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan melalui DXI Adventure Hub, platform digital yang menghubungkan produk, pelatihan, edukasi, perjalanan wisata, komunitas, dan pelaku industri sepanjang tahun. Sejumlah program seperti Edu Relly, Jambore Overland-Motocamp, Scuba Discover, dan Course Enrollment Support juga disiapkan menuju DXI 2027.

Ketika diving dan adventure semakin dekat dengan generasi muda, tantangannya adalah membangun ekosistem yang membuat orang tidak berhenti pada pengalaman pertama, tetapi terus belajar, bergabung dengan komunitas, mengeksplorasi destinasi, dan memahami aspek keselamatan. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:12
06:45
04:21
04:52
04:00
07:00

Viral