news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Lava 500 Meter dan Abu Tebal Terlihat dari Kawah.
Sumber :
  • ANTARA/HO-Badan Geologi

Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Lava 500 Meter dan Abu Tebal Terlihat dari Kawah

Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT, kembali erupsi Jumat malam. Kolom abu mencapai 300 meter dan lelehan lava bergerak hingga 500 meter ke arah tenggara.
Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:29 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Aktivitas vulkanik kembali terlihat di Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung api tersebut mengalami erupsi pada Jumat (2/10/2026) malam dengan memuntahkan kolom abu vulkanik dan memperlihatkan aliran lava segar dari kawah utama.

Erupsi terjadi sekitar pukul 21.41 WITA. Kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut. Kepulan abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan terlihat condong ke arah barat.

Tak hanya abu, pengamatan visual juga menunjukkan adanya lelehan lava yang bergerak sejauh 500 meter dari bibir kawah utama menuju sektor tenggara. Di tengah aktivitas tersebut, Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Status Level II atau Waspada.

Erupsi Terekam Seismogram Selama 1 Menit 14 Detik

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyampaikan laporan mengenai aktivitas erupsi tersebut di Jakarta pada Jumat.

Menurut catatan Badan Geologi, erupsi berlangsung selama lebih dari satu menit. Aktivitas tersebut juga terekam oleh peralatan pemantauan kegempaan gunung api.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi sekitar 1 menit 14 detik," kata Lana Saria, melansir dari Antara, Jumat (02/06/26).

Secara visual, kolom abu yang keluar dari kawah terlihat cukup tebal dan bergerak ke arah barat. Kondisi tersebut menjadi bagian dari parameter yang terus dipantau oleh Badan Geologi untuk melihat perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Selain material abu, munculnya aliran lava segar menjadi salah satu catatan penting dalam erupsi kali ini. Lava teramati mengalir menuju sektor tenggara dengan jarak mencapai 500 meter dari bibir kawah utama.

Gunung Masih Berstatus Waspada, Ada Zona yang Harus Dihindari

Meskipun kembali mengalami erupsi, status aktivitas Gunung Ili Lewotolok saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.

Badan Geologi meminta masyarakat di sekitar gunung api, termasuk pengunjung dan wisatawan, memperhatikan batas kawasan yang berpotensi berbahaya.

Masyarakat diminta tidak memasuki ataupun melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, terdapat zona sektoral dengan jarak tiga kilometer yang harus dihindari, terutama pada arah selatan dan tenggara.

Pembatasan tersebut berkaitan dengan potensi bahaya material vulkanik yang dapat terjadi di sekitar kawah maupun jalur aliran lava.

Badan Geologi juga meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan guguran atau longsoran lava. Ancaman awan panas juga perlu diperhatikan pada sejumlah sektor, yakni selatan, tenggara, barat, hingga timur laut.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas wisata maupun kegiatan masyarakat di sekitar kawasan gunung api perlu mengikuti rekomendasi resmi dan tidak mendekati zona yang telah ditetapkan sebagai area berbahaya.

Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik

Selain risiko yang berkaitan langsung dengan erupsi, abu vulkanik juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat di sekitar gunung.

Badan Geologi mengimbau warga untuk menggunakan masker yang dapat melindungi hidung dan mulut ketika beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik.

Warga juga diminta menjaga ketersediaan air bersih dengan menutup rapat tempat penampungan air. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat mengotori sumber atau sarana penyimpanan air apabila tidak terlindungi.

Erupsi Gunung Ili Lewotolok kali ini memperlihatkan adanya dua material vulkanik yang teramati secara langsung, yakni kolom abu dan aliran lava segar. Kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak, sementara lava bergerak hingga 500 meter ke sektor tenggara.

Dengan status masih Level II atau Waspada, masyarakat tidak perlu mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya. Pemantauan aktivitas gunung api dan kepatuhan terhadap rekomendasi Badan Geologi menjadi penting, terutama bagi warga maupun wisatawan yang berada di sekitar Lembata. (udn)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral