Debu Vulkanik Gunung Dukono dan Ibu Menyebar 2,1 Km, BMKG Soroti Bahaya untuk Penerbangan dan Kesehatan
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Debu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia masih terpantau pada Kamis, 10 September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebaran material vulkanik di atmosfer tidak hanya berkaitan dengan aktivitas gunung api, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan keselamatan penerbangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resminya, @infobmkg, melaporkan hasil pemantauan sebaran debu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia.
Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Kamis (10/9/2026) pukul 07.00 WIB, debu vulkanik masih teridentifikasi berasal dari Gunung Dukono dan Gunung Ibu.
Sementara itu, sebaran debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau dan Gunung Lewotolo sudah tidak terdeteksi dalam analisis pada waktu tersebut.
Debu Gunung Dukono Menyebar hingga 2,1 Kilometer
Gunung Dukono di Maluku Utara menjadi salah satu gunung api dengan sebaran debu vulkanik yang masih terpantau. BMKG mendeteksi sebaran debu mulai dari permukaan hingga ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,1 kilometer.
Material vulkanik tersebut bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran debu mencakup sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Utara serta perairan di barat daya Morotai.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena debu vulkanik yang berada di atmosfer dapat terbawa angin dan menyebar menjauh dari lokasi sumber erupsi.
Pergerakan material vulkanik juga dapat berdampak terhadap aktivitas penerbangan apabila sebarannya berada di jalur udara. Karena itu, informasi mengenai arah dan ketinggian sebaran debu menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi penerbangan.
Gunung Ibu Juga Sebarkan Debu hingga 2,1 Kilometer
Sebaran debu vulkanik juga terpantau dari Gunung Ibu yang berada di Halmahera Barat, Maluku Utara.
Hasil analisis BMKG menunjukkan debu vulkanik Gunung Ibu teridentifikasi mulai dari permukaan hingga ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,1 kilometer.
Sebaran debu bergerak ke arah barat laut. Material tersebut mencakup sebagian wilayah Halmahera Barat, perairan Halmahera Barat, hingga sebagian wilayah Halmahera Utara.
Dengan arah pergerakan tersebut, wilayah yang berpotensi terdampak tidak hanya berada di sekitar gunung api. Sebaran debu juga dapat mencapai wilayah perairan dan ruang udara yang berada di jalur pergerakannya.
Load more