- Gambar ilustrasi AI / Gemini
UMKM Mau Ekspansi Bisnis ke Luar Negeri? Ini 3 Strategi yang Perlu Dikuasai Pengusaha Indonesia
Selain risiko keuangan, pelaku usaha perlu memahami ketentuan hukum dan perdagangan di negara tujuan. Persyaratan dokumen ekspor, standar kualitas, sertifikasi produk, bea masuk, serta aturan pelabelan dapat berbeda di setiap negara. Ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut berpotensi menyebabkan barang tertahan, biaya tambahan, atau bahkan penolakan produk.
Rantai pasok juga perlu dirancang secara realistis. Pengusaha harus memperhitungkan waktu pengiriman, biaya logistik, ketersediaan bahan baku, serta kemungkinan gangguan distribusi. Ketergantungan pada satu pemasok atau jalur pengiriman dapat meningkatkan risiko ketika terjadi hambatan.
Oleh sebab itu, rencana ekspansi sebaiknya disertai pemetaan risiko dan skenario penanganannya. Pengusaha dapat menghitung perubahan biaya akibat kurs, memeriksa regulasi sebelum mengirim barang, menyiapkan alternatif pemasok, dan menentukan cadangan dana untuk menghadapi kendala operasional.
Aspek tersebut menjadi salah satu materi manajemen risiko bisnis internasional dalam program master class. Pembahasannya mencakup risiko nilai tukar, aspek hukum, rantai pasok, serta perdagangan internasional. Tujuannya adalah membantu pelaku usaha mengenali potensi masalah sebelum mengambil keputusan bisnis yang berdampak pada modal dan keberlanjutan perusahaan.
Pemasaran Digital dan Global Branding Harus Menyesuaikan Konsumen
Produk yang berkualitas belum tentu mudah diterima pasar global jika tidak didukung strategi pemasaran yang tepat. Pengusaha perlu memahami bagaimana konsumen di negara tujuan mencari informasi, membandingkan produk, dan menentukan keputusan pembelian.
Pemasaran digital dapat membantu bisnis menjangkau calon konsumen lintas negara dengan lebih terarah. Namun, strategi tersebut tidak cukup hanya dengan menerjemahkan konten ke bahasa asing. Pesan promosi, pilihan visual, gaya komunikasi, dan saluran pemasaran perlu disesuaikan dengan budaya serta kebiasaan konsumen setempat.
Di sinilah global branding berperan. Merek harus memiliki identitas yang konsisten, tetapi tetap relevan dengan pasar yang dituju. Pengusaha perlu membangun kepercayaan melalui kualitas produk, komunikasi yang jelas, layanan pelanggan, dan pengalaman pembelian yang dapat diandalkan.
Kebutuhan inilah yang turut menjadi perhatian dalam Sandiaga Nation Master Class Program yang diselenggarakan Swiss German University (SGU) bersama Sandiaga Nation pada 10 Oktober 2026 di Alam Sutera, Tangerang.