- Threads @ix.fell88
Detik-detik Bharada Valdo Tewas di Tangan Junior, Tembakkan Senpi Berkali-kali hingga Tebasan Sajam
Jakarta, tvOnenews.com - Pihak kepolisian masih mendalami soal tewasnya Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai yang diduga dibunuh oleh juniornya di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).
TRIGGER WARNING:
Artikel ini berpotensi memicu perasaan tidak nyaman bahkan mengganggu terutama bagi seperti penyintas trauma dan penderita stres pascatrauma (PTSD) karena mengandung deskripsi mengenai kekerasan dan penganiayaan.
Pengacara keluarga Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona mengungkap detik-detik meninggalnya kliennya tersebut. Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 04.40 WIB.
“Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri kepada Kak Korpolairud Baharkam Polri, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 16 Oktober 2026, di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan,” kata Petrus, kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).
Petrus menerangkan, korban dan terduga pelaku diketahui sama-sama bertugas sebagai tenaga administrasi pada Pamperslog Ditpoludara. Adapun dari hasil keterangan terduga pelaku, peristiwa ini dipicu akibat adanya persoalan pribadi.
- Instagram @bharaset42nusantara
“Berdasarkan keterangan awal, Andika (terduga pelaku) mengaku kerap merasa disalahkan dan mengalami perundungan atau bullying oleh korban,” ucap Petrus.
Kemudian, saat melancarkan aksinya tersebut diketahui bahwa terduga pelaku telah membawa senjata tajam jenis golok dari tempat tinggalnya, karena merasa takut secara berlebihan.
“Pada Jumat dini hari, Andika berangkat dari tempat tinggalnya menuju Markas Ditpoludara dengan membawa senjata tajam dari rumah. Setibanya di markas, dia meletakkan tas di loker ruang staf Pamperslog, kemudian menuju pos penjagaan dan mengambil senjata api yang berada di pos tersebut,” terang Petrus.
Selanjutnya, terduga pelaku menuju ruang pemadam kebakaran yang diketahui menjadi tempat korban beristirahat. Tak lama setelahnya, terduga pelaku langsung menembakan senjata api ke tubuh hingga kepala korban.
“Berdasarkan pengakuan awal terduga pelaku sebagaimana tercantum dalam laporan, dia menembakkan senjata api sebanyak empat kali ke arah tubuh korban. Setelah korban terjatuh, terduga pelaku kembali menembak beberapa kali ke arah kepala korban,” ucap Petrus.
Tak hanya itu, terduga pelaku juga langsung menggorok leher korban menggunakan pisau yang dibawa dari rumah.
“Usai kejadian, Andika menyerahkan diri ke Unit Provos Ditpoludara. Personel piket Provos kemudian mengamankan dan meminta keterangan awal dari yang bersangkutan. Andika selanjutnya diamankan di Markas Poludara untuk menjalani proses hukum,” tegasnya.
Sementara itu, jenazah Bharada Valdo langsung diberangkatkan melalui Kupang sebelum diteruskan ke kampung halamannya di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, saat ini tersangka berinisial AR telah diamankan dan ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum.
“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ungkap Budi, kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).
Lebih lanjut, Budi menegaskan, penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, objektif, dan akuntabel. Setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi.
“Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” terang Budi. (ars/muu)