news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jeffeta Pradeko Putra (kemeja putih) di Polda Metro Jaya, Rabu (21/10/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira

BBPOM: Tramadol dan Trihexyphenidyl Picu Kecenderungan Bunuh Diri, Pemerkosaan, hingga Tawuran

Kepala BBPOM Jeffeta Pradeko Putra mengungkap efek samping dari penggunaan obat keras ilegal yang masuk dalam daftar G yakni tramadol dan trihexyphenidyl. Ia ..
Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:43 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jeffeta Pradeko Putra mengungkap efek samping dari penggunaan obat keras ilegal yang masuk dalam daftar G yakni tramadol dan trihexyphenidyl.

Jeffeta menerangkan, sudah sekitar 10 tahun tramadol dan trihexyphenidyl ini menjadi obat-obatan yang sering disalahgunakan. 

Tramadol merupakan obat untuk penahan nyeri, namun sering digunakan sehingga menimbulkan efek samping kecenderungan ingin bunuh diri tinggi. 

“Efek sampingnya adalah ada kecenderungan bunuh diri yang lebih tinggi, lebih agresif, sehingga dapat mencelakakan diri sendiri dan orang lain, sehingga tidak dapat berpikir sehat. Ini yang menjadi masalah utamanya,” kata Jeffeta, di Polda Metro Jaya, Rabu (21/10/2026).

Barang bukti Tramadol dan Hexymer yang diamankan polisi.
Sumber :
  • Polisi.

Kemudian, Jeffeta menjelaskan, efek samping lainnya yang diakibatkan dari tramadol ini yaitu bisa menjadi gila. 

“Nah, ini yang akar masalah yang sukar ditelusuri ketika seorang anarko misalnya menggunakan obat-obatan ini dia jadinya tidak dapat berpikir sehat, akhirnya tadi saya sampaikan kecenderungan bunuh diri lalu melukai banyak orang, bahkan bisa melukai diri sendiri,” ucapnya.

Lebih lanjut, Jeffeta menerangkan, para pecandu tramadol ini salah satunya menggunakan untuk aksi tawuran. Hal ini diketahui dari adanya penangkapan massa ricuh saat 1 Agustus 2025 lalu. 

“Untuk tramadol sendiri sebenarnya obat ini indikasinya adalah obat untuk penahan nyeri," jelasnya.

"Namun yang dipakai oleh para pecandu ini adalah efek sampingnya yaitu biasanya buat dampak sosialnya adalah tawuran, kemudian anarko. Mungkin Bapak, Ibu ingat 1 Agustus 2025 lalu banyak yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya semuanya rata-rata pakai tramadol jenis ini,” imbuhnya.

Kemudian, Jeffeta juga menjelaskan efek samping dari obat trihexyphenidyl atau obat antiepilepsi yaitu adalah dapat tenang. Biasanya obat ini digunakan oleh para pelaku pemerkosa.

“Obat ini dipakai banyak orang untuk memperkosa. Contohnya kasus yang kemarin di Depok. Bahkan banyak orang yang diperkosa menggunakan obat itu salah satunya ini. Ini yang juga menjadi hal yang mengerikan,” ujarnya.

Detik-detik Menegangkan Polres Jaksel Bongkar Toko Jual Tramadol
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Maka dari itu, Jeffeta mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan label kemasan hingga izin edar saat hendak mengonsumsi obat.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:08
08:29
08:13
08:12
13:03
04:39

Viral