news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral Siswa SMAN 1 Gorontalo Jadi Korban Pengeroyokan 20 Teman dan Senior, Berawal dari Persoalan Sepele?.
Sumber :
  • ist

Viral Siswa SMAN 1 Gorontalo Jadi Korban Pengeroyokan 20 Teman dan Senior, Berawal dari Persoalan Sepele?

Video pengeroyokan siswa kelas X SMAN 1 Gorontalo viral di media sosial. Sebanyak 20 siswa diduga terlibat, korban mengalami luka lebam dan trauma.
Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:21 WIB
Reporter:
Editor :

“Setelah itu, korban keluar kelas, disusullah oleh teman-teman dari si terduga pelaku yang merasa tersinggung ini dan cekcok adu mulut dan korban dipukul,” tambahnya.

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Kota Gorontalo, Zulham Firmansyah, juga menyebut persoalan tersebut diduga bermula dari ekspresi wajah korban yang ditafsirkan berbeda oleh siswa lain.

“Seorang siswa Kela X itu mungkin raut mukanya dianggap memandang enteng, akhirnya terjadi pemicu dari situ perkelahian,” ujar Zulham.

Keterangan tersebut merupakan penjelasan awal pihak sekolah mengenai dugaan pemicu kejadian. Motif dan tanggung jawab masing-masing siswa tetap perlu ditelusuri melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Sebanyak 20 Siswa Disebut Terlibat, Korban Mengalami Luka dan Trauma

Berdasarkan keterangan Pembina OSIS, terdapat 21 siswa yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, terdiri atas pelajar kelas X, XI, dan XII. Rinciannya, sembilan siswa kelas XII, tujuh siswa kelas XI, dan lima siswa kelas X.

Sementara itu, dalam keterangan Wakil Kepala Sekolah, jumlah siswa yang terlibat secara keseluruhan disebut mencapai 21 orang, termasuk satu korban dan 20 siswa lain yang diduga melakukan pengeroyokan.

Zulham menyampaikan bahwa pihak sekolah belum mengidentifikasi secara lengkap jumlah pelaku dan saksi. Namun, ia menyebut terdapat 20 siswa selain korban yang ikut terlibat dalam kejadian tersebut.

Peristiwa itu terekam dalam video berdurasi sekitar satu menit yang kemudian menyebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah pelajar terlihat mengerumuni dan melakukan kekerasan terhadap korban.

Setelah kejadian, korban dilaporkan mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh serta trauma. Ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Multazam, Kota Gorontalo.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kekerasan antarpelajar tidak hanya berisiko menyebabkan cedera fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi psikologis korban. Karena itu, penanganan kasus semacam ini membutuhkan perhatian terhadap pemulihan korban, selain proses penelusuran kejadian.

Orang Tua Melapor ke Polisi, Penanganan Kasus Jadi Sorotan

Ibu korban yang mengetahui kejadian tersebut tidak menerima anaknya menjadi korban pengeroyokan. Ia kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kota Timur agar dapat ditindaklanjuti melalui jalur hukum.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral