- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?
Mata Air, Silsilah, dan Ingatan Kolektif
Dalam tradisi masyarakat Batak, tarombo atau silsilah memiliki peran penting untuk menjelaskan hubungan kekerabatan dan asal-usul keturunan.
Pengetahuan semacam ini diwariskan melalui keluarga dan komunitas. Ketika hubungan dengan kampung halaman semakin jauh, dokumentasi sejarah dapat membantu menjaga kesinambungan cerita tersebut.
Salah satu situs yang dipandang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi keturunan Toga Sinaga adalah Mual Toga Sinaga di Desa Urat II, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Menurut penuturan tokoh dan komunitas setempat, mata air ini berkaitan dengan sejarah leluhur serta menjadi bagian dari identitas kolektif keturunannya.
Hasudungan Sinaga menyebut mata air tersebut sebagai pangurason, yang berkaitan dengan makna penyucian. Mual itu juga disebut memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat setempat. Ia merangkum nilai yang diyakini komunitas melalui pernyataan, “Menjaga mual berarti menjaga berkah leluhur.”
Parluhutan Sinaga, yang menyatakan telah menghibahkan tanah lokasi tersebut kepada keturunan Toga Sinaga, menilai keberadaan situs penting untuk mempertahankan ingatan mengenai leluhur.
“Mual adalah bukti fisik bahwa leluhur kita pernah ada, hidup dan meninggalkan nilai. Jika warisan fisik dan spiritual ini hilang, maka hilang pula jati diri kita sebagai Pomparan Toga Sinaga. Kami tidak ingin generasi mendatang menjadi generasi yang kehilangan akar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian situs bukan hanya soal mempertahankan bangunan atau lokasi, tetapi juga menjaga cerita dan nilai yang menyertainya. Klaim sejarah dan makna spiritual tetap perlu didokumentasikan dengan melibatkan pemilik tradisi serta sumber yang memahami konteksnya.
Bawa Sejarah Mual Toga Sinaga ke TikTok
Tantangan menjaga pengetahuan leluhur itulah yang mendorong Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB) Sedunia memanfaatkan TikTok melalui akun resmi @pptsbpusatofficial. Organisasi ini berupaya memperkenalkan kembali Mual Toga Sinaga kepada keturunan yang tinggal di berbagai daerah, terutama generasi muda di perantauan.
Sairon Sinaga, Wakil Ketua Umum PPTSB sekaligus penasehat pembangunan, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya pengetahuan sebagian generasi muda tentang tarombo dan sejarah leluhur mereka.