news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengendara mobil listrik yang tabrak ojol di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Sumber :
  • Threads/cinnamorolls.8

7 Fakta Kecelakaan Mobil Listrik Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M, Hasil Tes Urine Sopir Jadi Sorotan

Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik. Ini 7 faktanya.
Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:34 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik. 

Kendaraan tersebut menabrak empat mobil dan melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial HS (56) hingga mengalami patah tulang kaki kiri.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 16.48 WIB. Mobil BYD yang dikemudikan pria berinisial S (46) kini telah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk kepentingan penyelidikan.

Pengemudi ojol ditabrak mobil listrik di Blok M, Jakarta Selatan
Sumber :
  • Instagram/dashcam_owners_indonesia

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi, termasuk tes urine untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan alkohol atau narkoba. Berikut tujuh fakta kecelakaan BYD di Blok M yang diketahui sejauh ini.

1. Mobil BYD Tabrak Kendaraan Secara Beruntun

Kecelakaan bermula ketika mobil BYD yang dikendarai S menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang melaju searah di depannya.

Setelah benturan pertama, mobil BYD oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A-3867-DD yang dikendarai HS. Pada saat bersamaan, kendaraan tersebut juga menabrak mobil Wuling bernomor polisi B-1835-ERZ.

Mobil BYD kemudian naik ke trotoar dan menghantam dua mobil lain yang sedang terparkir. Rangkaian benturan itu menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.

2. Pengemudi Ojol Mengalami Patah Tulang Kaki Kiri

Pengemudi ojol ditabrak mobil listrik di Blok M, Jakarta Selatan
Sumber :
  • Instagram/dashcam_owners_indonesia

Akibat kecelakaan tersebut, HS mengalami patah tulang pada kaki kiri serta sejumlah luka lecet. Korban kemudian dilarikan ke RS Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, membenarkan adanya korban luka dalam insiden tersebut.

Kondisi korban menjadi salah satu perhatian dalam penanganan perkara, sementara polisi masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

3. Penyebab Kecelakaan Masih Didalami Polisi

Hingga perkembangan informasi yang disampaikan, penyebab mobil BYD menabrak sejumlah kendaraan belum dipastikan.

Kompol Kharisma Arbita Bangsa menyebut dugaan penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.

Penyidik perlu memeriksa berbagai keterangan dan bukti untuk mengetahui bagaimana rangkaian tabrakan tersebut terjadi. Karena itu, belum ada kesimpulan resmi mengenai faktor yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali.

4. Mobil BYD Diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan

Pengendara mobil listrik yang tabrak ojol di kawasan Blok M, Jakarta Selatan
Sumber :
  • Threads/cinnamorolls.8

Setelah kecelakaan, mobil listrik BYD berwarna putih tersebut diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Saat terlihat pada Sabtu (24/10/2026), kendaraan itu berada di area parkir di sisi kiri bangunan utama Polres Jaksel.

Kerusakan cukup parah tampak pada bagian depan sebelah kanan. Kap mobil terlihat penyok, sedangkan bagian dudukan pelat nomor depan mengalami kerusakan.

Goresan panjang juga terlihat pada bagian depan dan sisi kiri bodi. Selain itu, komponen fender pada bagian tersebut tampak hampir terlepas.

Honda Brio putih yang turut terlibat dalam kecelakaan juga diamankan di area yang sama. Kerusakan pada mobil tersebut terlihat pada bagian kiri belakang yang mengalami penyok cukup parah.

5. Hasil Tes Urine Sopir BYD Negatif Alkohol dan Narkoba

Polisi telah melakukan tes urine terhadap S untuk memeriksa kemungkinan penggunaan zat terlarang yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan pengemudi BYD itu negatif alkohol dan narkoba.

Meski demikian, hasil tes tersebut tidak serta-merta menjelaskan penyebab kecelakaan. Polisi masih harus mendalami faktor lain yang mungkin berperan dalam insiden di Jalan Panglima Polim itu.

Dengan demikian, penyebab pasti tabrakan beruntun tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

6. Sopir BYD Sempat Diamuk Massa

Selain menyebabkan sejumlah kendaraan rusak dan seorang pengemudi ojol mengalami patah tulang, insiden tersebut juga berujung pada aksi amuk massa terhadap pengemudi BYD.

S dilaporkan mengalami pembengkakan pada bagian wajah setelah menjadi sasaran amukan warga di lokasi kejadian.

Sementara itu, HS masih mendapatkan perawatan medis di RS Fatmawati akibat cedera yang dialaminya.

Peristiwa ini menambah perhatian terhadap penanganan kecelakaan tersebut, baik terkait kondisi korban maupun pemeriksaan terhadap pengemudi yang terlibat.

7. Polisi Belum Menetapkan Tersangka

Meski pengemudi telah menjalani pemeriksaan urine dan mobil BYD sudah diamankan, polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara kecelakaan beruntun tersebut.

Penyidik masih mendalami penyebab kejadian dan mengumpulkan bukti untuk menentukan bagaimana kecelakaan berlangsung serta pihak yang harus bertanggung jawab secara hukum.

Hasil tes urine yang negatif juga bukan satu-satunya dasar untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana. Proses penyelidikan tetap diperlukan untuk menilai seluruh fakta dan bukti yang ditemukan.

Kasus kecelakaan di kawasan Blok M ini masih dalam penanganan kepolisian. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan, termasuk penentuan penyebab kecelakaan dan kemungkinan penetapan tersangka. (asl)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral