- Istimewa
SIERA III 2026 Resmi Digelar, PERTASINDO Dorong Penguatan Ketahanan Kesehatan Indonesia
Menurutnya, pengalaman selama pandemi COVID-19 memperlihatkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi krisis sangat ditentukan oleh koordinasi antarlembaga, kejelasan pembagian peran, serta keterpaduan sumber daya dan kompetensi dari berbagai sektor.
“Ketahanan kesehatan nasional bukan sekadar kemampuan menghadapi krisis, tetapi kemampuan bangsa untuk mengantisipasi, merespons, dan pulih. Tidak ada satu institusi atau sektor yang mampu menghadapi tantangan tersebut sendiri. Karena itu, kita membutuhkan tata kelola yang kuat, komitmen lintas sektor, serta aksi kolektif yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Hadi.
Ketua PERTASINDO Mayjen TNI (Purn.) Dr. Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi menyampaikan bahwa penguatan ketahanan kesehatan nasional semakin mendesak di tengah beragam tantangan yang kian kompleks. Tantangan tersebut meliputi ancaman penyakit menular, penuaan populasi, perubahan iklim, serta berbagai persoalan kesehatan lainnya.
Untuk menjawab tantangan itu, diperlukan sinergi lima elemen utama yang terangkum dalam kerangka 5M.
“Kolaborasi lintas sektor dan lintas negara kami wujudkan melalui SIERA III, sebagai wadah menyatukan berbagai pihak dalam kemitraan. Melalui wadah ini, kita dapat mempertemukan para tenaga profesional kesehatan, akademisi, instansi pemerintah dan militer, sektor industri, serta organisasi internasional. Harapannya, kolaborasi ini bisa menjembatani bukti ilmiah dengan kebijakan dan inovasi, serta meningkatkan kualitas kesehatan,” ujarnya.
Dari perspektif kesehatan internasional, Profesor John Deanfield menyoroti perlunya perubahan pendekatan menuju pencegahan penyakit melalui penyesuaian gaya hidup sejak dini yang berorientasi pada pengurangan bahaya.
Menurutnya, langkah tersebut memerlukan intervensi berkelanjutan untuk menekan risiko kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan masyarakat. Upaya ini juga perlu ditopang oleh inovasi medis, kebijakan yang tepat, serta kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan industri.
Deanfield menekankan bahwa pendekatan pencegahan harus realistis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar dapat diterapkan secara efektif serta memberikan manfaat dalam jangka panjang. Menurutnya, perubahan menuju pola hidup yang lebih sehat tidak harus selalu dilakukan secara drastis, tetapi dapat dimulai melalui langkah-langkah sederhana yang lebih mudah dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam survei yang dilakukan kepada 2.000 penduduk Indonesia, 92% mengapresiasi program Cek Kesehatan Gratis yang dilakukan oleh Pemerintah. Di sisi lain, 77% masyarakat Indonesia juga berharap rekomendasi kesehatan dari Pemerintah dapat disesuaikan agar lebih realistis untuk diterapkan,” jelasnya.