news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Respons Keluarga usai Terduga Pelaku Kematian Bobotoh 16 Tahun Ditangkap.
Sumber :
  • Threads @cibinongviral - Instagram @kecamatantamansarikabbogor

Respons Keluarga Korban usai Terduga Pelaku Kematian Bobotoh 16 Tahun Ditangkap, Pilih Lakukan Langkah Ini

Keluarga Bobotoh ARK berusia 16 tahun menyampaikan sikap usai terduga pelaku ditangkap. Simak respons keluarga dan sikap mereka terhadap proses hukum kasus ini.
Senin, 26 Oktober 2026 - 19:32 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Keluarga Arif Rahman Kusuma (ARK), remaja berusia 16 tahun yang meninggal dunia setelah menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Bogor dan jajaran Polres Bogor.

Ungkapan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Dalam unggahan tersebut, keluarga korban bersama pihak Kecamatan Tamansari dan Pemerintah Desa Sukamantri memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah serta langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus yang menimpa ARK.

Keluarga juga menyatakan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian setelah terduga pelaku diamankan dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bupati dan Polres Bogor telah mengangkap pelaku kurang lebih dari 1x24 jam. Dan untuk selebihnya terkait hukum kami serahkan kepada kepolisian. Dan kami keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bupati dan Polres Bogor," kata salah satu keluarga korban, dikutip dari postingan Instagram @kecamatantamansarikabbogor.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk apresiasi keluarga atas bantuan yang diberikan setelah ARK meninggal dunia. Keluarga berharap proses hukum dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bobotoh Persib Berinisial ARK (16) Tewas Bersimbah Darah Usai Nonton Laga Persib vs Garudayaksa di Bogor
Sumber :
  • Threads @cibinongviral

Selain keluarga korban, Kepala Desa Sukamantri, Hendi Haerudin, turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor dan jajaran kepolisian atas penanganan kasus yang menimpa warganya.

Dalam keterangannya, Hendi secara khusus mengapresiasi Satreskrim Polres Bogor, terutama Unit Resmob, yang disebut berhasil mengungkap kasus penganiayaan tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.

"Saya Hendi Haerudin, Kepala Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dalam kesempatan yang baik ini ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor dan Bapak Kapolres Kabupaten Bogor, terkhusus Satreskrim Polres Bogor Unit Resmob, yang mana telah berhasil mengungkap pelaku penganiayaan warga kami yang berujung kematian yaitu Almarhum Arif Rahman Kusuma dengan kurun Waktu kurang dari Waktu 1x24 jam. Mudah-mudahan kebaikan dan pengorbanan ibu dan bapak dibalas Allah SWT," ungkap Hendi Haerudin, Kepala Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Hendi berharap perhatian dan pengabdian berbagai pihak dalam menangani kasus tersebut mendapat balasan kebaikan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas upaya kepolisian dalam mengungkap perkara yang menimbulkan duka bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Dalam unggahan yang sama, Camat Tamansari turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ARK, yang disebut sebagai warga Kampung Dukuh, Desa Sukamantri, Kabupaten Bogor.

"Dalam kesempatan ini saya Camat Tamansari mengucapkan turut berduka cita dan berbela sungkawa atas meninggalnya Ananda Arif Rahman Kusuma, warga Kampung Dukuh, Desa Sukamantri. Semoga Almarhum diterima amal ibadahnya dan di ampuni segala dosanya," kata Camat Tamansari, Kabupaten Bogor.

Camat Tamansari juga mengapresiasi perhatian Bupati Bogor Rudy Susmanto terhadap keluarga korban. Bantuan yang diberikan disebut mencakup pembiayaan, perawatan, penghantaran, hingga penguburan almarhum.

"Dan di dalam kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor, Bapak Rudy Susmanto, yang telah memberikan bantuan dan perhatian yang cukup besar terhadap warga kami, dari mulai pembiayaan, perawatan, penghantaran, dan penguburan. Semoga apa yang sudah Bapak berikan dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah. Kemudian kami ucapkan terima kasih kepada Kapolres Bogor beserta jajaran yang telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan dan tentunya. Semoga apa yang sudah dilakukan dicatat sebagai amal ibadah dan sebagai bukti bahwa polisi Bersama rakyat," imbuhnya.

Melalui unggahan tersebut, pihak Kecamatan Tamansari, Pemerintah Desa Sukamantri, dan keluarga korban juga menyampaikan harapan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Kronologi Bobotoh ARK Ditemukan Bersimbah Darah

ARK merupakan remaja berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Ia diketahui menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/10/2026).

Setelah pertandingan, ARK ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di pinggir Jalan Raya Jakarta–Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

 

Sementara itu, Polres Bogor telah bergerak cepat mengamankan pelaku yang terlibat dalam kematian ARK.

“Sudah (diamankan pelaku terkait tewasnya remaja ARK di Bogor),” kata Arfan Zulkan, Kapolres Bogor, saat dihubungi, Senin (26/10/2026).

Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Sigit Wahyudi juga membenarkan kabar tersebut saat dihubungi secara terpisah.

“Betul, betul, betul (diamankan),” ungkap Sigit.

Sementara untuk detail mengenai identitas dan kronologi penangkapan pelaku belum diungkap;;.

“Pelaku baru diamankan, baru ditangkap sore ini,” jelas Sigit.

 

(tsy)

 
 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral