- Threads @cibinongviral
Manajemen Persib Ultimatum Bobotoh Tak Lakukan Aksi Balasan Buntut Pembacokan Suporter di Bogor
Bandung, tvOnenews.com - Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat meminta seluruh Bobotoh menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan menyusul tewasnya Arief Rahman Kusuma (16), seorang suporter yang menjadi korban pembacokan di Bogor, Jawa Barat.
Sebelumnya, Manajemen Persib menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Arief Rahman Kusuma, Bobotoh asal Ciapus, Bogor, yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/10/2026) malam, usai pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib.
"Manajemen menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Kepergian almarhum merupakan kehilangan yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan menjadi duka bagi keluarga besar Persib," tulis Manajemen Persib dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (27/10/2026).
- Instagram/tapakbogor - X/RizkiRmdn33
Persib mendokan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, perwakilan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat malakukan takziah ke rumah duka pada Senin (26/10/2026) untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum.
Persib berharap pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini secara menyeluruh, profesional, dan transparan hingga tuntas, serta memastikan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"Persib menghormati proses penyelidikan yang berjalan dan berharap penegakan hukum dapat memberikan kejelasan serta keadilan bagi keluarga almarhum," ujarnya.
Persib juga menyatakan kesiapan untuk mendampingi keluarga almarhum sesuai kebutuhan dan kewenangan yang dimiliki, agar keluarga memperoleh dukungan yang diperlukan selama proses hukum berlangsung.
"Bagi Persib, Bobotoh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar klub," tambahnya.
Manajemen mengajak seluruh Bobotoh untuk tetap tenang, saling menjaga, dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. Bahkan, Persib mengimbau agar bobotoh tidak melakukan aksi balasan menyusul tewasnya Arief Rahman Kusuma.
"Tidak melakukan tindakan balasan merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk mencegah jatuhnya korban dan timbulnya duka baru," tegasnya.
Persib meyakini sepak bola harus menjadi ruang yang mempersatukan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, rasa hormat, dan persaudaraan.
Tidak seharusnya perbedaan dukungan atau rivalitas berujung pada kekerasan dan hilangnya nyawa.
"Doa dan solidaritas Persib menyertai keluarga almarhum Arief Rahman Kusuma. Semoga keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini," pungkasnya.
Pelaku Pembacokan Bobotoh Diringkus
Polisi menangkap pria berinisial MR yang merupakan pelaku pembacokan berujung tewas terhadap bobotoh Persib, ARK di Jalan Raya Jakarta Bogor, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/10).
Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Sigit Wahyudi mengatakan, korban tewas akibat pembacokan yang dilakukan oleh pelaku menggunakan celurit hingga mengenai bagian punggung korban.
Pelaku MR diamankan di wilayah Kabupaten Bogor kurang dari 24 jam pascakejadian.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras petugas, informasi dari masyarakat, serta didukung dengan bukti-bukti lainnya, dalam waktu kurang dari 1x24 jam sejak kejadian, tersangka berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Bogor yaitu di Kawumpandak, Karadenan, Kabupaten Bogor,” kata Sigit, saat dihubungi, Senin (26/10).
Selain mengamankan pelaku, Sigit mengungkapkan bahwa pihaknya turut menyita barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku.
“Dalam penanganan perkara ini, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu buah celurit dan pakaian milik korban,” jelas Sigit.
Atas perbuatannya, tersangka dibawa ke Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Satreskrim, PPA dan PPO Polres Bogor.
“Pasal yang diterapkan adalah Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak dan atau Pasal 307 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KHUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Sigit.
Sebelumnya diberitakan, ARK (16), suporter Persib Bandung atau Bobotoh, meninggal dunia setelah menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10).
ARK diketahui merupakan warga Bogor yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA.
Korban ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Raya Jakarta–Bogor dalam kondisi bersimbah darah.
Kondisinya yang bersimbah darah membuat korban segera mendapatkan penanganan medis dengan dibawa ke rumah sakit. Namun, ARK akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (ars/muu)