- Gambar ilustrasi AI
Prakiraan Cuaca Indonesia 28 Oktober–2 November 2026: Panas Ekstrem Belum Reda, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Di tengah kondisi yang relatif kering, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem tetap tercatat di beberapa daerah pada periode 22–25 Oktober.
Curah hujan harian mencapai 187 milimeter di Aceh, 103 milimeter di Sumatera Utara, 86,2 milimeter di Jawa Barat, 80 milimeter di Sumatera Barat, 78 milimeter di Kepulauan Riau, 65 milimeter di Papua, dan 61 milimeter di Riau.
Perbedaan kondisi antardaerah ini menunjukkan bahwa pengaruh cuaca kering tidak berlangsung seragam di seluruh Indonesia.
Prakiraan Hujan 27 Oktober–2 November, Ini Wilayah yang Perlu Siaga
BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di berbagai wilayah selama sepekan. Pada 27–29 Oktober 2026, peningkatan hujan sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta beberapa provinsi di Papua.
Pada periode yang sama, peringatan kategori **Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat** ditujukan bagi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Potensi angin kencang juga perlu diperhatikan di Sulawesi Selatan dan Papua Selatan.
Sementara itu, pada 30 Oktober–2 November 2026, potensi peningkatan hujan sedang diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan sejumlah wilayah Papua.
Untuk periode kedua ini, kategori Siaga hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan berlaku di Kalimantan Barat. Adapun potensi angin kencang perlu diwaspadai di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Daftar wilayah tersebut merupakan prakiraan potensi, bukan kepastian bahwa hujan atau angin kencang akan terjadi merata di setiap daerah. Masyarakat perlu mengikuti pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini sesuai lokasi masing-masing.
Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lokal, Masyarakat Diminta Antisipasi Dampaknya
Variasi cuaca dalam sepekan ke depan dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Mixed Rossby-Gravity diperkirakan berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.