news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 akan segera hadir pada 4–7 November di ICE BSD City untuk memperkuat kolaborasi industri peternakan dan pertanian Indonesia.
Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:00 WIB
Reporter:
Editor :

Melalui keberagaman kategori tersebut, pengunjung dapat memperoleh gambaran mengenai pilihan teknologi dan solusi yang berpotensi meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha pertanian.

Partisipasi perusahaan dari kedua sektor turut berpartisipasi penyelenggaraan pameran ini. NusaQu, Bauer, Elo Karsa Utama, Syariftech, dan RSN akan menghadirkan produk serta solusi bagi industri peternakan dan perunggasan.

Adapun BONTA, Avery, Nirawak, Aerotron, dan KAGARA akan memperkenalkan inovasi di bidang teknologi pertanian. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan peserta, memperoleh penjelasan mengenai produk yang ditawarkan, serta menjajaki potensi kemitraan dan peluang bisnis.

Dalam konferensi pers tersebut, Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, menjelaskan tujuan penyelenggaraan NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 sebagai upaya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor peternakan, perunggasan, dan pertanian.

Ia juga menyampaikan harapan agar kedua pameran ini dapat memperluas akses pelaku usaha terhadap informasi produk, perkembangan teknologi, dan dinamika industri, sekaligus mendorong terbentuknya kolaborasi yang lebih luas.

“Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo terus berupaya menyelaraskan tujuan pameran dengan upaya memperkuat sektor pertanian dan peternakan serta mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Pak Rafidi Iqra, Direktur PT Debindo Global Expo.

Dari perspektif industri perunggasan, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), drh. Asrokh Nawawi, menyoroti pentingnya penguatan basis data dan integrasi rantai pasok untuk menjaga keselarasan antara tingkat produksi dan kebutuhan pasar.

Ia juga menekankan perlunya pemerataan sentra produksi serta pengembangan hilirisasi guna meningkatkan efisiensi distribusi dan memperkuat ekosistem perunggasan nasional. Pandangan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh koordinasi yang baik di antara seluruh pelaku dalam rantai pasok.

“Penguatan industri perunggasan perlu didukung oleh data yang akurat untuk menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar. Selain itu, pemerataan sentra pembibitan, produksi, dan pengolahan di berbagai wilayah serta sinergi antar pelaku industri menjadi kunci dalam membangun rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ungkap Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU).

Berita Terkait

1
2
3 4 5 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral