- Instagram/tapakbogor - X/RizkiRmdn33
Bukan Suporter Bola, Polisi Amankan Terduga Pelaku Pembacokan Bobotoh Persib, Ini Penjelasan Kapolres
tvOnenews.com - Kasus tewasnya seorang bobotoh Persib Bandung berusia 16 tahun di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan publik.
Korban berinisial ARK meninggal dunia setelah diduga dibacok ketika pulang usai menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Minggu (25/10/2026).
Perkembangan terbaru, Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menegaskan bahwa pria yang diamankan dalam kasus tersebut bukan merupakan anggota kelompok suporter sepak bola, berbeda dari isu yang beredar di media sosial.
Polisi telah mengamankan pria berusia sekitar 25–26 tahun dan diduga menjadi pelaku utama penyerangan. Meski demikian, penyidik masih mendalami motif di balik aksi kekerasan yang merenggut nyawa remaja tersebut.
"Yang pelakunya yang pasti bukan suporter yang pasti adalah remaja yang bisa dibilang kurang lebih usianya 25-26 tahun," kata Arfan saat diwawancarai awak media, dilansir dari unggahan Instagram @tapakbogor.
Korban Dibacok Saat Pulang Menonton Persib
Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Raya Jakarta–Bogor, tepatnya di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan keterangan polisi, ARK sedang mengendarai sepeda motor bersama rekannya setelah menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari.
Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit hingga mengalami luka di bagian punggung. Korban kemudian terjatuh dan sempat mendapatkan pertolongan, tetapi nyawanya tidak tertolong.
"Jadi memang pada saat melintas, setelah habis menonton, dia langsung lihat, langsung melakukan tindakan kekerasan," tegasnya lagi," ujar Arfan.
Polisi masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan latar belakang kejadian dan menghindari kesimpulan berdasarkan spekulasi yang beredar di media sosial.
Selain mengamankan terduga pelaku, petugas menyita sebilah celurit yang diduga digunakan dalam penyerangan serta pakaian milik korban sebagai barang bukti.
Menurut keterangan kepolisian yang diberitakan sejumlah media, celurit tersebut diduga sempat dibuang ke selokan setelah penyerangan.
Polisi kini melanjutkan pemeriksaan terhadap tersangka dan menelusuri rangkaian kejadian berdasarkan keterangan saksi serta barang bukti yang ditemukan.
Meski satu orang telah diamankan, penyidik belum mengungkap secara pasti motif di balik pembacokan tersebut.
Arfan menegaskan bahwa kepolisian masih mendalami alasan pelaku melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Polisi juga belum menutup kemungkinan adanya fakta lain yang muncul selama pemeriksaan berlangsung.
"Masih kita dalami motifnya," tegas Arfan.
Karena itu, dugaan bahwa penyerangan dipicu rivalitas antarsuporter belum dapat dipastikan. Keterangan resmi Kapolres justru menyebut pria yang diamankan bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola. (asl)