news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:07 WIB
Reporter:
Editor :

Singapura dan Finlandia Menekankan Keterampilan Digital yang Bertanggung Jawab

Singapura memberikan contoh bagaimana pendidikan AI dapat dikenalkan melalui kegiatan terstruktur. Program AI for Fun untuk sekolah menengah mencakup pengenalan model bahasa besar, pembuatan chatbot, penyusunan instruksi atau prompt, serta pembahasan tentang pengaruh kualitas data terhadap kinerja AI dan bias pada konten yang dihasilkan. 

Program ini juga mengajak siswa menggunakan AI untuk mengeksplorasi solusi atas persoalan nyata.

Sementara itu, Finnish National Agency for Education menjelaskan literasi AI sebagai kemampuan memahami cara kerja teknologi, menggunakannya, menilai keluaran dan dampaknya, serta menerapkannya secara etis dan bertanggung jawab. 

Kerangka kompetensi digital Finlandia juga mendukung pengembangan keterampilan yang diperlukan dalam pendidikan, kehidupan kerja, dan partisipasi sosial.

Dua contoh tersebut menegaskan bahwa pembelajaran AI bukan semata-mata tentang coding atau membuat aplikasi. Siswa juga perlu memahami keterbatasan teknologi, menghargai karya orang lain, menjaga privasi, dan menyadari bahwa keputusan penting tetap memerlukan pertimbangan manusia.

UNESCO melalui panduannya tentang AI generatif dalam pendidikan turut menekankan pendekatan yang berpusat pada manusia, perlindungan data pribadi, kesesuaian penggunaan dengan usia, serta penerapan teknologi yang aman dan bermakna. 

Artinya, pemanfaatan AI di sekolah perlu memiliki tujuan pedagogis yang jelas dan tetap melibatkan peran guru.

Perangkat Harus Diikuti Pendampingan dan Kesempatan Belajar

Agar literasi digital berkembang, akses terhadap perangkat menjadi salah satu fondasi. Namun, komputer tidak otomatis membuat siswa mampu berpikir kritis atau memahami AI. Manfaatnya bergantung pada kualitas materi, pendampingan tenaga pendidik, kesempatan berlatih, dan kesesuaian penggunaan teknologi dengan kebutuhan belajar.

Karena itu, pembelajaran digital dapat dimulai dari kemampuan praktis: mencari dan membandingkan sumber, membuat presentasi, mengolah informasi, mengenali risiko penipuan daring, serta memahami kapan bantuan AI dapat digunakan dan kapan siswa perlu menyelesaikan tugas secara mandiri.

Untuk siswa yang lebih siap, kegiatan dapat berkembang menjadi pengenalan logika pemrograman, pembuatan karya digital, dan eksperimen sederhana dengan AI.

Perspektif ini relevan bagi pemerataan pendidikan. Anak-anak yang memiliki akses terbatas terhadap perangkat dan pendampingan digital berisiko kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi yang semakin dibutuhkan. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral