- Gambar ilustrasi AI
Makanan Terbuang di Jakarta Capai 175 Ribu Ton, Begini Cara Mengurangi Food Waste dari Rumah
Food Rescue, Mengubah Surplus Pangan Menjadi Manfaat
Ketika surplus pangan sudah terlanjur terjadi, penyelamatan pangan atau food rescue dapat menjadi alternatif. Konsep ini dilakukan dengan mengumpulkan bahan makanan berlebih yang masih aman dikonsumsi, memeriksa kelayakannya, kemudian mengolah atau menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Praktik tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha makanan, komunitas, hingga perusahaan. Salah satu contohnya adalah kegiatan Cooking for Impact - Masak Bersama Berdampak yang melibatkan SHINPO dan FoodCycle Indonesia di FoodCycle Hub Matraman, Jakarta Timur, pada 4 November 2026.
Belasan karyawan PT Sahabat Intim Plasindo selaku produsen ikut menjadi relawan. Mereka membantu menyortir bahan pangan, memasak, mengemas, hingga mendistribusikan makanan siap santap. Hasil kegiatan berupa ratusan porsi makanan disalurkan kepada Yayasan Al Islah yang menaungi lansia dan anak yatim di Jakarta Timur.
Keterlibatan perusahaan merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.
“Melalui kolaborasi ini, tim kami tidak hanya memberikan dukungan, tetapi ikut turun langsung sebagai relawan. Kami ingin menunjukkan bahwa selain mengurangi sampah plastik sekali pakai, kepedulian lingkungan juga dapat dimulai dari hal sederhana lainnya, termasuk menghargai pangan, mengurangi yang terbuang, dan membagikan manfaatnya kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Marketing Manager SHINPO, Livia Halim.
CEO sekaligus Co-Founder FoodCycle Indonesia, Astrid Paramita, menyambut keterlibatan para relawan. Menurutnya, penyelamatan pangan membutuhkan kontribusi banyak pihak agar surplus makanan dapat memberikan manfaat lebih luas.
Sepanjang 2026, program Masak Bersama Berdampak telah menghasilkan sedikitnya 7.000 porsi makanan dengan melibatkan 2.280 relawan.
Selain tenaga relawan, PT Sahabat Intim Plasindo turut memberikan wadah penyimpanan Donatsu dan Sorento serta container box untuk membantu proses penyortiran, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi pangan. Perlengkapan yang dapat digunakan kembali tersebut juga mendukung pengurangan ketergantungan terhadap wadah sekali pakai.
- Gambar ilustrasi
Livia berharap kolaborasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membeli pangan secukupnya, menyimpan bahan makanan dengan baik, dan memanfaatkan makanan secara optimal.
“Melalui kolaborasi bersama FoodCycle Indonesia, kami berharap semakin banyak masyarakat menyadari bahwa mengurangi food waste dapat dimulai dari langkah sederhana yakni membeli pangan secukupnya, menyimpan bahan makanan dengan baik, menggunakan kembali wadah yang masih layak, serta memanfaatkan pangan secara optimal sebelum menjadi sampah. Karena semakin banyak pangan yang dapat diselamatkan, semakin besar pula manfaat yang dapat diteruskan kepada orang lain,” pungkas Livia.