- Antara
AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Venezuela, Empat Perusahaan Minyak dan Kapal Tanker Jadi Sasaran
Ia menambahkan bahwa Departemen Keuangan AS akan terus menjalankan kampanye tekanan ekonomi dan keuangan terhadap pemerintahan Maduro, sejalan dengan kebijakan luar negeri yang telah dicanangkan Gedung Putih.
Sektor Minyak Jadi Target Utama
Sektor minyak selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela. Negara tersebut memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksi dan ekspornya terus merosot dalam satu dekade terakhir akibat krisis ekonomi, salah kelola, serta sanksi internasional yang diberlakukan Amerika Serikat dan sekutunya.
Dengan sanksi terbaru ini, AS berupaya menutup celah yang masih memungkinkan Venezuela menjual minyaknya ke pasar global. Pemblokiran perusahaan dan kapal tanker dinilai akan semakin mempersulit distribusi minyak Venezuela, khususnya melalui jalur-jalur tidak resmi.
Pengamat menilai langkah ini juga mengirim sinyal kuat kepada pihak ketiga, termasuk perusahaan pelayaran dan mitra dagang internasional, agar tidak terlibat dalam aktivitas perdagangan minyak Venezuela yang berisiko terkena sanksi sekunder dari AS.
Dampak dan Respons Global
Meski Washington menilai sanksi ini penting untuk menekan pemerintahan Maduro, kebijakan tersebut kerap menuai kritik dari sejumlah negara dan organisasi kemanusiaan. Mereka menilai sanksi ekonomi justru memperburuk kondisi sosial dan ekonomi rakyat Venezuela, yang telah lama menghadapi inflasi tinggi, kelangkaan barang, dan krisis layanan publik.
Hingga kini, pemerintah Venezuela belum memberikan tanggapan resmi terkait sanksi terbaru tersebut. Namun sebelumnya, Caracas kerap mengecam sanksi AS sebagai bentuk “perang ekonomi” dan intervensi terhadap kedaulatan negara.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela pun diperkirakan masih akan berlanjut, seiring upaya Washington untuk menekan pemerintahan Maduro melalui jalur ekonomi dan diplomasi internasional. (ant/nsp)