news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat..
Sumber :
  • Antara

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Venezuela, Empat Perusahaan Minyak dan Kapal Tanker Jadi Sasaran

AS menjatuhkan sanksi baru ke Venezuela dengan menargetkan perusahaan minyak dan kapal tanker demi menekan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Kamis, 1 Januari 2026 - 14:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dengan menjatuhkan sanksi baru yang menyasar sektor minyak, salah satu sumber pendapatan utama negara Amerika Latin tersebut. Sanksi ini diumumkan pada Rabu, 31 Desember 2025, dan ditujukan langsung untuk membatasi aliran dana yang dinilai menopang pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Departemen Keuangan Amerika Serikat melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menyatakan telah menjatuhkan sanksi terhadap empat perusahaan yang beroperasi di sektor minyak Venezuela. Selain itu, empat kapal tanker minyak yang terkait dengan aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut juga ditetapkan sebagai aset yang diblokir.

Dalam pernyataan resminya, Departemen Keuangan AS menilai kapal-kapal tanker tersebut terus menyediakan sumber daya keuangan bagi pemerintahan Maduro, yang oleh Washington disebut sebagai “rezim narkoteroris tidak sah”. Pemerintah AS menuding pendapatan dari ekspor minyak Venezuela digunakan untuk mempertahankan kekuasaan dan membiayai aktivitas ilegal lintas negara.

AS Nilai Armada Bayangan Jadi Andalan Venezuela

Departemen Keuangan AS juga menyoroti praktik penggunaan apa yang disebut sebagai “armada bayangan” oleh pemerintah Venezuela. Armada ini merujuk pada jaringan kapal tanker yang beroperasi lintas wilayah dengan kepemilikan dan jalur operasi yang dinilai tidak transparan.

Menurut OFAC, kapal-kapal tersebut digunakan untuk menghindari pengawasan internasional dan memfasilitasi ekspor minyak yang seharusnya terkena sanksi. Praktik ini, kata AS, memungkinkan Venezuela tetap memperoleh pemasukan dari sektor energi meskipun berada di bawah tekanan ekonomi dan diplomatik yang ketat.

“Pemerintah Maduro semakin bergantung pada armada bayangan dari kapal-kapal di berbagai belahan dunia untuk memfasilitasi aktivitas yang dapat dikenai sanksi,” demikian bunyi pernyataan Departemen Keuangan AS.

Penegasan Pemerintahan Trump

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menegaskan bahwa langkah sanksi ini merupakan bagian dari kebijakan tegas pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela. Ia menyatakan Washington tidak akan mentoleransi pemerintahan Maduro yang terus memperoleh keuntungan dari ekspor minyak, sementara pada saat yang sama dituding berkontribusi terhadap peredaran narkoba ilegal.

“Presiden Trump telah menegaskan dengan jelas bahwa kami tidak akan membiarkan rezim Maduro yang tidak sah memperoleh keuntungan dari ekspor minyak sambil membanjiri Amerika Serikat dengan narkoba mematikan,” ujar Bessent.

Ia menambahkan bahwa Departemen Keuangan AS akan terus menjalankan kampanye tekanan ekonomi dan keuangan terhadap pemerintahan Maduro, sejalan dengan kebijakan luar negeri yang telah dicanangkan Gedung Putih.

Sektor Minyak Jadi Target Utama

Sektor minyak selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela. Negara tersebut memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksi dan ekspornya terus merosot dalam satu dekade terakhir akibat krisis ekonomi, salah kelola, serta sanksi internasional yang diberlakukan Amerika Serikat dan sekutunya.

Dengan sanksi terbaru ini, AS berupaya menutup celah yang masih memungkinkan Venezuela menjual minyaknya ke pasar global. Pemblokiran perusahaan dan kapal tanker dinilai akan semakin mempersulit distribusi minyak Venezuela, khususnya melalui jalur-jalur tidak resmi.

Pengamat menilai langkah ini juga mengirim sinyal kuat kepada pihak ketiga, termasuk perusahaan pelayaran dan mitra dagang internasional, agar tidak terlibat dalam aktivitas perdagangan minyak Venezuela yang berisiko terkena sanksi sekunder dari AS.

Dampak dan Respons Global

Meski Washington menilai sanksi ini penting untuk menekan pemerintahan Maduro, kebijakan tersebut kerap menuai kritik dari sejumlah negara dan organisasi kemanusiaan. Mereka menilai sanksi ekonomi justru memperburuk kondisi sosial dan ekonomi rakyat Venezuela, yang telah lama menghadapi inflasi tinggi, kelangkaan barang, dan krisis layanan publik.

Hingga kini, pemerintah Venezuela belum memberikan tanggapan resmi terkait sanksi terbaru tersebut. Namun sebelumnya, Caracas kerap mengecam sanksi AS sebagai bentuk “perang ekonomi” dan intervensi terhadap kedaulatan negara.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela pun diperkirakan masih akan berlanjut, seiring upaya Washington untuk menekan pemerintahan Maduro melalui jalur ekonomi dan diplomasi internasional. (ant/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:17
02:15
01:21
01:29
02:26
03:13

Viral