- Istockphoto
Dari Irama Musik Lokal ke Budaya Global: Dangdut Indonesia dan Bagaimana Ekspansinya ke Asia Tenggara
tvOnenews.com - Musik dangdut kerap dipersepsikan sebagai hiburan lokal yang lekat dengan budaya Indonesia. Namun jika ditelusuri lebih jauh, genre ini sejak awal memiliki karakter lintas batas.
Dangdut tumbuh dari pertemuan musik Melayu, India, Timur Tengah, dan pop Barat, menjadikannya sejak lama bersifat kosmopolitan.
Pada era 1970–1980-an, dangdut telah didengarkan di negara-negara seperti Malaysia, Suriname, dan Belanda, terutama melalui komunitas diaspora Indonesia.
Dalam perkembangannya, sejumlah media internasional seperti BBC Culture dan The Guardian mencatat dangdut sebagai bagian dari gelombang world music Asia Tenggara.
Di negara-negara maju, dangdut mulai dipelajari sebagai fenomena budaya populer, bahkan diadaptasi dalam bentuk eksperimen musik elektronik dan etnik modern. Beberapa musisi dunia juga mengakui kekayaan ritme dangdut yang fleksibel dan mudah berbaur dengan genre lain.
Konteks global tersebut menjadi latar bagi kemunculan musisi dangdut Indonesia di panggung internasional saat ini. Salah satunya adalah penampilan Lissa V di ajang Mega Wedding Singapore Expo, yang menunjukkan bagaimana dangdut terus mencari ruang baru di luar pasar domestik, terutama di kawasan Asia Tenggara.
Dangdut dan Ruang Budaya Asia Tenggara
Melansir dari berbagai sumber, kehadiran musisi dangdut Indonesia dalam forum semacam ini dapat dibaca sebagai bagian dari diplomasi budaya populer, di mana musik berperan sebagai medium pengenalan identitas nasional secara nonformal.
Partisipasi pedangdut Indonesia dalam acara tersebut bermula dari kerja sama lintas industri antara penyelenggara Wedding Expo Singapore dan Intermodel Jakarta. Melalui forum ini, musik dangdut diperkenalkan kepada audiens multinasional yang tidak hanya datang untuk hiburan, tetapi juga untuk mengenal ragam tradisi dan ekspresi budaya Asia.
Bagi pelaku musik, tampil di Singapura memiliki arti strategis karena negara tersebut merupakan pusat pertemuan budaya Asia dan pasar internasional. Singapura juga dikenal terbuka terhadap berbagai genre musik regional, termasuk dangdut, yang dalam beberapa tahun terakhir mulai mendapat perhatian di kalangan komunitas Asia Tenggara urban.
Repertoar Lagu dan Pendekatan Musik Ambyaran
Dalam penampilannya, Lissa V membawakan dua lagu yang mewakili fase berbeda dalam perjalanan musikalnya. Lagu “Kelingan Mantan”, yang diciptakan oleh Irul, komposer yang sebelumnya dikenal melalui karya-karya populer di industri dangdut nasional, dipilih sebagai representasi karakter musiknya saat ini.