- Istimewa
Megatsunami Greenland Guncang Dunia: Gelombang 200 Meter Picu Getaran Global Selama 9 Hari
Hubungan Langsung Megatsunami dengan Pemanasan Global
Tim peneliti yang melibatkan 68 ilmuwan dari 15 negara menyimpulkan bahwa penyebab utama megatsunami Greenland ini adalah perubahan iklim. Selama beberapa dekade terakhir, gletser di kaki gunung di kawasan tersebut terus menipis akibat kenaikan suhu global.
Gletser yang sebelumnya berfungsi sebagai “penopang alami” lereng gunung kehilangan kekuatannya. Akibatnya, struktur batuan menjadi tidak stabil dan akhirnya runtuh, memicu longsor raksasa yang melahirkan megatsunami.
Dengan kata lain, megatsunami ini bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan sinyal nyata bahwa pemanasan global mulai memengaruhi keseimbangan geologi di wilayah kutub.
Dampak Nyata Meski Terjadi di Wilayah Terpencil
Meski terjadi di kawasan yang tidak berpenghuni, dampak megatsunami Greenland tetap signifikan. Sebuah pangkalan militer di Pulau Ella, yang terletak puluhan kilometer dari pusat longsor, dilaporkan hancur total diterjang gelombang.
Beruntung, tidak ada personel yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, para ilmuwan menilai kejadian ini menunjukkan betapa destruktifnya megatsunami, bahkan ketika terjadi jauh dari pemukiman manusia.
Alarm Global bagi Wilayah Pesisir Dunia
Peristiwa megatsunami di Greenland menjadi peringatan serius bahwa wilayah Arktik tengah mengalami perubahan drastis. Stabilitas geologis yang selama ini dianggap permanen kini mulai goyah seiring mencairnya es kutub akibat krisis iklim.
Jika tren pemanasan global terus berlanjut, para ahli memperkirakan kejadian megatsunami serupa dapat menjadi lebih sering, terutama di kawasan fjord sempit dan wilayah pesisir dengan lereng curam. Ancaman ini tidak hanya membahayakan ekosistem, tetapi juga jalur pelayaran internasional dan permukiman di pesisir utara dunia.
Fenomena ini menegaskan bahwa krisis iklim tidak selalu datang dalam bentuk bencana tunggal yang instan, melainkan rangkaian peristiwa ekstrem seperti megatsunami, longsor raksasa, dan perubahan geologi mendadak yang secara perlahan mengubah wajah Bumi. (nsp)