news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Konflik Iran Vs Amerika dan Israel, Ustaz Yusuf Mansur Bagikan Postingan Media yang sebut Benjamin Netanyahu Tewas: Kita Doakan!.
Sumber :
  • Antara

Iran Bersumpah Kejar Netanyahu Sampai Tuntas, Garda Revolusi: Jika Masih Hidup Akan Kami Habisi

Iran bersumpah akan terus mengejar dan menargetkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah konflik yang semakin memanas dengan Israel dan AS.
Minggu, 15 Maret 2026 - 13:40 WIB
Reporter:
Editor :

Iran, tvOnenews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran bersumpah akan terus mengejar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Pernyataan keras tersebut disampaikan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) yang secara terbuka menyatakan bahwa Netanyahu akan menjadi target mereka.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui situs resmi Sepah News, IRGC menyebut akan terus memburu Netanyahu jika pemimpin Israel tersebut masih hidup.

“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran yang dikutip pada Minggu (15/3/2026).

Pernyataan ini menandai meningkatnya retorika konflik antara Iran dan Israel setelah rangkaian serangan militer yang terjadi sejak akhir Februari.

Netanyahu Sempat Menghilang dari Publik

Ancaman dari Iran muncul ketika keberadaan Netanyahu sempat menjadi sorotan publik internasional.

Beberapa hari terakhir, Perdana Menteri Israel tersebut jarang terlihat di hadapan publik setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Spekulasi tentang kondisi Netanyahu semakin berkembang setelah beredar sebuah video yang diunggah pada 13 Maret 2026.

Dalam video tersebut, sejumlah pengguna media sosial menyoroti kejanggalan pada tampilan tangan Netanyahu yang tampak memiliki enam jari, sehingga memunculkan dugaan bahwa video tersebut telah dimodifikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Spekulasi itu pun memicu berbagai pertanyaan mengenai kondisi sebenarnya dari pemimpin Israel tersebut.

Netanyahu Muncul Lewat Video

Di tengah berbagai spekulasi tersebut, Netanyahu akhirnya kembali muncul ke publik pada Jumat (13/3/2026).

Kemunculannya dilakukan melalui sambungan video, di mana ia terlihat berdiri di antara dua bendera Israel sambil menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan.

Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan bahwa kondisi Iran telah berubah setelah hampir dua pekan menjadi target serangan militer Israel dan Amerika Serikat.

Menurutnya, serangan tersebut telah memberikan dampak besar terhadap kekuatan militer Iran, termasuk Garda Revolusi dan kelompok paramiliter Basij.

“Iran tidak lagi sama setelah hampir dua minggu pemboman,” kata Netanyahu dalam pernyataannya.

Namun ketika ditanya mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil Israel terhadap Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon, Netanyahu memilih tidak mengungkapkan detail rencana militer negaranya.

Awal Eskalasi Konflik Iran-Israel

Konflik yang memanas ini bermula pada 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut disebut-sebut menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas.

Peristiwa tersebut memicu kemarahan besar di Iran dan menjadi titik balik meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat.

Iran Serang Israel dan Pangkalan AS

Serangan balasan Iran tidak hanya menyasar wilayah Israel, tetapi juga beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk.

Selain itu, Iran juga mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Penutupan selat tersebut memicu kekhawatiran global karena dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan pasokan energi internasional.

Ketegangan ini juga memperluas potensi konflik regional yang melibatkan berbagai negara di Timur Tengah.

Israel Ancam Terus Serang Hizbullah

Di sisi lain, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus melakukan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon.

Hal tersebut merupakan respons Israel atas serangan yang dilakukan kelompok tersebut pada 2 Maret 2026.

Netanyahu mengatakan bahwa pemerintah Israel tidak akan berhenti menghadapi kelompok yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan negaranya.

Namun hingga kini, pemerintah Israel belum mengungkap secara rinci langkah militer berikutnya yang akan diambil terhadap Iran maupun kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya.

Ketegangan antara Iran dan Israel pun diperkirakan masih akan terus berlangsung seiring meningkatnya ancaman dan pernyataan keras dari kedua belah pihak. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral