- Reuters/Navesh Chitrakar
Update! Korban Tewas Banjir Bandang Dahsyat Nepal Meningkat Jadi 633 Orang, 3.000 Orang Hilang
tvOnenews.com - Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda perbatasan antara Nepal dan Tibet, China menjadi 633 orang.
Sementara hampir 3.000 orang masih dinyatakan hilang. Informasi tersebut berdasarkan data terbaru dari otoritas dan media setempat, yang dikutip pada Sabtu (29/8/2026).
Berdasarkan laporan Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal (National Disaster Risk Reduction and Management Authority/NDRRMA Nepal), jumlah korban tewas di negara tersebut meningkat menjadi 626 orang, dengan 2.426 orang masih belum diketahui keberadaannya.
Tim pencari terus menemukan jenazah yang terbawa arus sungai yang meluap deras akibat banjir bandang dahsyat.
- X @surajit_ghosh2
Chitwan dan Nawalparasi East menjadi wilayah yang terdampak paling parah, sementara puluhan korban juga ditemukan di Gorkha, Dhading, dan Nuwakot setelah Sungai Bhotekoshi dan Trishuli meluap.
Kedua sungai tersebut merupakan aliran utama yang berhulu di kawasan Himalaya.
Jenazah ditemukan hingga mencapai wilayah perbatasan dengan India. Sejumlah besar warga negara asing masih termasuk di antara mereka yang belum diketahui keberadaannya.
India mengatakan sebanyak 320 warganya masih hilang di Nepal, menjadikan warga India sebagai kelompok warga negara asing terbesar yang diketahui masih belum ditemukan.
Hal itu diungkap langsung oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal dalam konferensi pers, pada Jumat (28/8/2026).
"Sejauh menyangkut jumlah orang yang tidak dapat kami hubungi atau yang hilang, angkanya saat ini adalah 320," katanya.
Jaiswal mengatakan sekitar 100 orang keturunan India yang kemungkinan memiliki kewarganegaraan lain juga masih belum dapat dihubungi.
India juga mengatakan puluhan warganya telah diselamatkan, termasuk 63 orang yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli-1.
Sementara itu, tujuh orang tewas dan 554 lainnya masih hilang di China, menurut kantor berita Xinhua.
Jumlah orang yang hilang masih dapat berubah karena tim pencarian dan penyelamatan terus menemukan orang-orang yang sebelumnya tidak dapat dihubungi akibat gangguan komunikasi setelah banjir bandang mengganggu infrastruktur kelistrikan.
Otoritas Nepal melaporkan sebanyak 2.301 orang telah diselamatkan atau mendapatkan perawatan akibat cedera, dengan sebagian besar korban selamat berada di Distrik Nuwakot dan Rasuwa.