- Antara
Trump Mendadak Tinggalkan Camp David, Ketegangan Timur Tengah Meningkat
Peringatan itu dikeluarkan ketika serangkaian serangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi kembali terjadi, menambah ketegangan di kawasan yang selama ini menghadapi konflik berkepanjangan.
Arab Saudi Cegat Rudal Houthi Menuju Riyadh
Koalisi pimpinan Arab Saudi sebelumnya mengonfirmasi bahwa sebuah rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi menuju ibu kota berhasil dicegat dan dihancurkan pada Sabtu malam.
Koalisi tersebut menyebut kelompok yang didukung Iran itu berupaya menyasar warga sipil dan infrastruktur sipil di sejumlah kota di wilayah barat Arab Saudi.
Salah satu wilayah yang disebut menjadi sasaran adalah Yanbu, kota pelabuhan di kawasan Laut Merah yang memiliki peran penting bagi aktivitas ekspor minyak Arab Saudi.
Menurut koalisi, sejumlah serangan tersebut berhasil digagalkan menggunakan sistem pertahanan udara milik Arab Saudi.
Serangan terhadap wilayah Saudi terjadi ketika konflik antara pemerintah Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali memasuki fase yang lebih tegang. Riyadh selama ini menjadi bagian dari operasi militer yang menargetkan wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.
Houthi Klaim Serang Riyadh dan Fasilitas Aramco
Arab Saudi sebelumnya telah merespons serangan Houthi dengan melancarkan puluhan serangan udara ke wilayah yang dikuasai kelompok tersebut di Yaman.
Namun, serangan udara tersebut belum menghentikan pergerakan Houthi. Kelompok tersebut kemudian mengklaim melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui sebuah pernyataan di Telegram mengatakan pihaknya telah melakukan dua operasi militer sebagai respons terhadap serangan Saudi.
Menurut Saree, operasi tersebut menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, serta pesawat nirawak atau drone.
Serangan pertama, menurut pernyataan Houthi, menargetkan sejumlah lokasi vital di Riyadh. Sementara operasi kedua diarahkan ke fasilitas perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Aramco, yang berada di Yanbu.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari situasi keamanan yang semakin kompleks di Timur Tengah. Di tengah eskalasi serangan dan peringatan perjalanan yang dikeluarkan pemerintah AS, Presiden Trump memilih kembali ke Gedung Putih setelah sebelumnya berada di Camp David untuk menghabiskan akhir pekan.