news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Syekh Ibrahim Al-Madani.
Sumber :
  • X/Inside the Haramain

Innalillahi, Muadzin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Meninggal Dunia, Suaranya Menggema di Tanah Suci Selama 8 Tahun

Innalillahi, muadzin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani meninggal dunia, suaranya menggema di Tanah Suci selama 8 tahun.
Senin, 21 September 2026 - 20:51 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kabar duka datang dari Tanah Suci. Muadzin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim bin Adel Hamza Al-Madani, meninggal dunia pada Senin, 21 September 2026.

Kabar wafatnya Syekh Ibrahim Al-Madani disampaikan melalui akun media sosial Inside the Haramain. 

Kabar tersebut kemudian diberitakan sejumlah media yang memantau aktivitas di dua masjid suci.

Syekh Ibrahim Al-Madani dikenal sebagai salah satu muadzin Masjidil Haram yang memiliki suara khas, khususnya ketika mengumandangkan adzan Subuh. 

Ia juga menjalankan tugas tabligh, yakni menyampaikan atau mengulangi takbir imam dari bagian Mukabbariyah agar dapat didengar oleh jamaah.

Kabar meninggalnya Syekh Ibrahim pun mengundang duka dari berbagai kalangan. 

Rekaman suara azan dan takbirnya di Masjidil Haram kembali beredar di media sosial, membuat banyak orang mengenang sosok yang selama bertahun-tahun mengumandangkan panggilan shalat dari tempat suci tersebut.

Syekh Ibrahim Al-Madani
Sumber :
  • X/Inside the Haramain

Syekh Ibrahim Al-Madani Dikenal dengan Azan Subuh

Syekh Ibrahim Al-Madani merupakan salah satu dari 24 muadzin utama Masjidil Haram. 

Para muadzin tersebut menjalankan tugas secara bergantian untuk mengumandangkan azan lima waktu, termasuk azan pertama sebelum shalat Subuh.

Selain dikenal melalui azan Subuh, Syekh Ibrahim juga dipercaya menjalankan tugas tabligh di Masjidil Haram. 

Peran tersebut membutuhkan ketelitian karena suara takbir imam harus disampaikan kembali dengan tepat agar jamaah dapat mengikuti rangkaian shalat tanpa kebingungan.

Kepiawaiannya dalam mengumandangkan azan tidak datang secara tiba-tiba. Syekh Ibrahim tumbuh di Madinah dalam keluarga yang dekat dengan kehidupan keagamaan.

Kakeknya merupakan seorang penghafal Al-Quran yang turut memberikan pengaruh besar terhadap kehidupannya. Syekh Ibrahim kemudian menempuh pendidikan di bidang Studi Al-Qur'an.

Mulai Azan Sejak Usia 15 Tahun

Kecintaan Syekh Ibrahim terhadap azan telah tumbuh sejak masih remaja. Pada usia 15 tahun, ia mulai mengumandangkan azan di masjid lingkungan tempat tinggalnya di Madinah.

Ia menjalankan tugas tersebut bersama tiga orang tetangganya dan terus melakukannya hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Setelah itu, aktivitasnya sebagai muadzin sempat terhenti ketika ia bekerja sebagai pengajar di luar Madinah. 

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:02
01:31
05:08
11:48
01:46
08:42

Viral