news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Houthi Ancam Israel akan Perang Tanpa Garis Merah.
Sumber :
  • ANTARA

Usai Hantam Markas Arab Saudi di Aden, Houthi Hujani Bandara Al Mukalla Pakai Drone Kamikaze

Kelompok milisi Houthi kembali melancarkan eskalasi serangan udara secara masif dengan menyerang Bandar Udara Internasional Riyan di wilayah Hadhramaut, Kota Al
Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:38 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com, San'a – Kelompok milisi Houthi kembali melancarkan eskalasi serangan udara secara masif dengan menyerang Bandar Udara Internasional Riyan di wilayah Hadhramaut, Kota Al Mukalla, Yaman, pada Rabu (21/10/2026).

Laporan portal berita lokal Hadramawt.net menyebutkan bahwa Houthi mengerahkan tiga unit pesawat nirawak (drone) dalam operasi penyerangan tersebut.

Gempuran drone tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada landasan pacu serta melumpuhkan sejumlah jaringan fasilitas pasokan listrik di area bandara. Informasi awal mengindikasikan tidak ada korban jiwa dalam insiden di Bandara Riyan.

Kelompok Houthi melancarkan serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Sabtu (10/10).
Sumber :
  • ANTARA/Xinhua/aa

Hantam Markas Militer Arab Saudi di Aden

Sebelum menggempur Bandara Riyan, pada hari yang sama Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan udara yang mengincar markas operasional militer Arab Saudi di Aden.

Sebagaimana diketahui, Kota Aden saat ini memegang peranan krusial sebagai pusat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Langkah agresif Houthi ini menandaskan intensifikasi konflik bersenjata yang kian memanas di kawasan Yaman selatan dan timur.

Tragedi Pangkalan Shabwa: 73 Orang Dipastikan Tewas

Houthi serang Bandara Riyadh, Arab Saudi
Sumber :
  • Saudi Ministry of Media/Handout via Reuters

Rangkaian gempuran ini terjadi hanya sehari setelah Houthi membombardir pusat pelatihan keamanan di pangkalan militer Provinsi Shabwa, Yaman tenggara, pada Selasa (20/10/2026).

Otoritas Provinsi Shabwa mengonfirmasi bahwa korban tewas akibat serangan mendadak tersebut melonjak tajam menjadi 73 orang tewas.

"Jumlah korban tewas telah meningkat jadi 73 orang, sementara operasi pencarian berlanjut untuk menemukan 14 orang lainnya yang masih belum diketahui nasibnya," tulis pernyataan resmi otoritas Provinsi Shabwa via media sosial.

Kelompok Houthi telah secara terbuka mengakui sebagai pihak di balik pembantaian di pangkalan militer Shabwa tersebut.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral