news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kim Ju Ae bersama ayahnya sekaligus pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.
Sumber :
  • Kantor Berita Pusat Pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency/KCNA

Mengenal Kim Ju Ae, Putri Kim Jong-un yang Bakal Menjadi Calon Pewaris Takhta Kepemimpinan Korea Utara

Berikut profil Kim Ju Ae, sosok putri dari pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un yang digadang-gadang menjadi calon penerus kepemimpinan ayahnya di Korut.
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Kim Ju Ae kembali menuai sorotan internasional di tengah rumor ayahnya sekaligus Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un dikabarkan meninggal dunia diduga akibat terkena penyakit pendarahan otak pada pertengahan Oktober 2026.

Melansir dari Newsweek, Sabtu (24/10/2026), rumor Kim Jong-un meninggal dunia pertama kali disebarkan oleh Wanjun Xie, aktivis politik asal Tiongkok yang kabur ke Amerika Serikat. Pemimpin Korea Utara disebut dibawa ke Peking Union Medical College Hospital di Beijing akibat pendarahan otak parah dan jatuh koma.

Pembelot asal China itu mengklaim pemerintah Korea Utara menyembunyikan kabar kematian Kim Jong-un. Kabar tersebut mengguncang dunia internasional lantaran rumor tersebut telah terjadi sejak 2020.

Di tengah itu, Kantor Berita Pusat resmi Pemerintah Korea Utara, KCNA dan surat kabar Rodong Sinmun merilis aktivitas terbaru Kim Jong-un yang tampak masih sehat ketika menghadiri pameran pakaian dan alas kaki di Pyongyang pada Senin.

Namun, situasi ini membuat nama Kim Ju Ae kembali mencuat dan dibahas di ruang publik. Pembahasan ini kerap berulang setiap muncul pemberitaan mengenai kesehatan Kim Jong-un.

Banyak yang bertanya-tanya mengenai kepastian mekanisme suksesi atau pewaris takhta kepemimpinan Korea Utara apabila Kim Jong-un telah tiada.

Dilansir dari AFP, Kim Ju Ae semakin menjadi sorotan internasional seiring dengan meningkatnya frekuensi kemunculannya mendampingi pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dalam berbagai agenda kenegaraan.

Putri Kim Jong-un dan Ri Sol Ju tersebut bahkan mulai dikaitkan dengan masa depan kepemimpinan negara yang selama beberapa generasi dikuasai keluarga Kim.

Profil Kim Ju Ae

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bersama putrinya, Kim Ju Ae
Sumber :
  • Kantor Berita Pusat Pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency/KCNA

Dinukil dari BBC dan Independent, Kim Ju Ae memiliki nama panggilan Ju Ae. Ia diyakini lahir di Korea Utara pada 2013, yang artinya saat ini berusia 13 tahun.

Kim Ju Ae merupakan putri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dan Ri Sol Ju. Terkait saudara kandungnya, ia diperkirakan memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang adik meski identitasnya masih rahasia.

Informasi mengenai keluarga Kim Ju Ae masih terbatas karena Kim Jong-un dikenal menjaga kehidupan pribadi keluarganya dari sorotan publik. Berdasarkan laporan NIS sebelumnya, pemimpin Korea Utara itu diperkirakan mempunyai tiga anak.

Anak pertamanya disebut berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan lahir sekitar 2010. Anak kedua diyakini merupakan Kim Ju Ae, yang lahir sekitar 2013, sedangkan anak ketiga diperkirakan lahir pada 2017.

Perjalanan Kim Ju Ae Menuju Panggung Publik

Kim Ju Ae belum mempunyai rekam jejak karier profesional karena usianya masih tergolong muda. Kendati demikian, kehadirannya dalam sejumlah kegiatan resmi negara membuat namanya semakin diperhatikan oleh masyarakat internasional dan pengamat politik Korea Utara.

Keberadaan Kim Ju Ae pertama kali terungkap kepada publik pada 2013 melalui mantan pemain bola basket NBA asal Amerika Serikat, Dennis Rodman.

Ketika mengunjungi Korea Utara, Rodman mengungkapkan kepada The Guardian, bahwa dirinya pernah menggendong bayi keluarga Kim Jong-un yang bernama Ju Ae.

"Saya menggendong bayi mereka, Ju Ae, dan juga berbicara dengan (istri Kim)," kata Dennis Rodman saat bercerita momen berkunjung ke Korea Utara.

Namanya kemudian kembali mencuri perhatian pada November 2022. Kala itu, media pemerintah Korea Utara menampilkan Kim Ju Ae saat mendampingi ayahnya dalam kegiatan peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17.

Penampilan tersebut menjadi awal dari serangkaian kemunculannya dalam agenda militer dan kenegaraan.

Pada 2023, Kim Ju Ae kembali terlihat bersama Kim Jong-un dalam kegiatan peluncuran satelit mata-mata Malligyong-1 dan rudal balistik antarbenua Hwasong-18.

Kehadirannya tidak terbatas pada acara pertahanan. Ju Ae juga mulai mengikuti sejumlah kegiatan lain yang berkaitan dengan urusan negara.

Perhatian terhadap Kim Ju Ae semakin meningkat pada September 2025. Saat itu ia ikut mendampingi ayahnya ke China untuk menghadiri parade militer Hari Kemenangan.

Perjalanan itu menjadi kunjungan luar negeri pertamanya yang terdokumentasi dan memperlihatkan kehadirannya dalam kegiatan yang memiliki dimensi diplomatik internasional.

Dalam berbagai dokumentasi resmi, Kim Ju Ae juga kerap ditempatkan di dekat Kim Jong-un. Media pemerintah Korea Utara bahkan mulai menggunakan sebutan yang bermakna "dihormati", alih-alih hanya "dicintai".

Perubahan istilah tersebut menjadi salah satu petunjuk yang dicermati pengamat dalam menilai perkembangan status Kim Ju Ae.

Isyarat Menjadi Calon Penerus Kim Jong-un

Peningkatan peran Kim Ju Ae memunculkan dugaan bahwa Kim Jong-un tengah memperkenalkan putrinya sebagai calon penerus kepemimpinan Korea Utara.

Penilaian tersebut semakin menguat setelah Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) memberikan pengarahan kepada anggota parlemen Korea Selatan pada Februari 2026.

Menurut laporan mengenai pengarahan itu, NIS menilai Kim Ju Ae telah memasuki tahap penetapan sebagai calon penerus. Penilaian tersebut didasarkan pada frekuensi kehadirannya dalam acara penting serta indikasi keterlibatannya dalam pembahasan kebijakan.

Anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun dan Park Sun-won, menyebut NIS menilai Kim Ju Ae mulai diperlakukan sebagai pemimpin tertinggi kedua secara de facto. Meski demikian, penilaian intelijen tersebut tidak sama dengan pengumuman resmi mengenai suksesi kepemimpinan.

Sinyal lain terlihat pada Januari 2026. Kim Ju Ae tampak mendampingi Kim Jong-un memberikan penghormatan di Istana Matahari Kumsusan. Kompleks itu menjadi tempat persemayaman Kim Il-sung dan Kim Jong-il, dua tokoh dalam sejarah kepemimpinan Korea Utara.

Kehadirannya dalam kegiatan simbolis itu, ditambah kebiasaannya berjalan berdampingan dengan sang ayah dan menempati posisi menonjol dalam foto resmi, semakin memicu perhatian terhadap kemungkinan perannya pada masa mendatang.

Namun, jalan menuju kursi pemimpin tertinggi masih panjang. Dengan perkiraan usia sekitar 13 tahun, Kim Ju Ae masih berada pada tahap awal kehidupannya.

Sejumlah pengamat menduga kemunculannya secara bertahap dapat menjadi strategi untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat sekaligus melihat respons kalangan elite politik.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral