- Kolase ANTARA/Xinhua/HO-Pusat Media Houthi/aa & MCH 2024
Kemenhaj Buka Suara Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia di Tengah Eskalasi Konflik Arab Saudi-Houthi
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan kondisi jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Pasalnya, Puluhan ribu jemaah Indonesia diketahui masih berada di Tanah Suci.
Ketegangan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman dilaporkan semakin meningkat. Bahkan, pihak Saudi sempat melancarkan serangan ke ibu kota Yaman, Sanaa, pada Senin (26/10/2026) dini hari waktu setempat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf mengatakan, sebanyak 48.969 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Mayoritas jemaah tersebut tersebar di Jeddah, Makkah, dan Madinah.
Maria memastikan kondisi puluhan ribu jemaah umrah Indonesia tetap aman, termasuk mereka yang berada di ketiga kota tersebut.
"Kami sampaikan kondisi dari jemaah umrah Alhamdulillah dalam kondisi yang aman. Kondisi di tiga kota tersebut dalam situasi yang normal. Bahkan kami bisa sampaikan dalam situasi yang cukup kondusif," ujar Maria saat dihubungi tvOne, Selasa (27/10/2026).
Secara khusus, Maria menjelaskan bahwa situasi di Makkah, termasuk kawasan Masjidil Haram, terpantau normal. Bahkan, jumlah jemaah yang beraktivitas di kawasan tersebut disebut lebih padat dibandingkan sebelumnya.
Hingga kini, ia menegaskan, para jemaah masih dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Kondisi Terbaru Penerbangan ke Tanah Suci
Maria juga menjelaskan bahwa penerbangan langsung dari Jakarta menuju Jeddah maupun Madinah masih berjalan normal tanpa mengalami hambatan berarti.
"Tapi kalau kita berbicara mengenai penerbangan-penerbangan transit yang biasa digunakan oleh jemaah inilah yang mengalami kendala," ungkapnya.
Lebih lanjut, Maria menegaskan bahwa Kemenhaj terus menjalin komunikasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait.
Koordinasi tersebut melibatkan biro perjalanan umrah, Kantor Urusan Haji (KUH) atau Kantor Teknis Urusan Haji (KTUH) di Jeddah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
"Kami lakukan setiap saat. Jadi, kami pantau langsung khususnya yang pertama melalui Kantor Urusan Haji kami yang berada di Jeddah. Tentu ini bisa terhubung bersama dengan jemaah di sana, serta mengontrol kondisi para jemaah," jelasnya.
Sebagai langkah pemantauan, Kemenhaj juga menyediakan ruang obrolan darurat yang dapat digunakan oleh berbagai asosiasi, biro perjalanan umrah, hingga jemaah. Fasilitas tersebut menjadi sarana komunikasi dan diskusi untuk bertukar informasi mengenai perkembangan situasi terkini di Tanah Suci.
Sebelumnya, kelompok Houthi Yaman dilaporkan melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Arab Saudi. Namun, tiga rudal balistik yang ditembakkan ke arah Provinsi Timur Arab Saudi berhasil dicegat dan dihancurkan oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi.
"Pertahanan udara mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi ke arah Provinsi Timur," tulis Juru Bicara Koalisi Pimpinan Arab Saudi, Turki Al-Malki, di platform X, sebagaimana dilansir tvOnenews.com dari AFP dan Al Jazeera.
Juru bicara koalisi tersebut menyampaikan bahwa rudal-rudal itu ditembakkan ke wilayah Provinsi Timur. Namun, pihak koalisi Arab Saudi tidak merinci sasaran serangan maupun menyampaikan laporan mengenai adanya korban jiwa.
Pengumuman tersebut disampaikan di tengah peringatan darurat yang dikeluarkan oleh Pertahanan Sipil Arab Saudi di Provinsi Timur dan Kegubernuran Al-Kharj.
Selain itu, sistem pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan berhasil menghancurkan empat pesawat nirawak (drone) milik kelompok Houthi yang diarahkan ke wilayah selatan Arab Saudi.
(hap)