- Tim tvOnenews/Muhammad Bagas
Anies Sebut Cak Imin dan Mahfud Bawa Etika Tinggi di Debat Cawapres, Kalau Gibran?
Jakarta, tvOnenews.com - Calon presiden (capres) nomor urut 01 Anies Baswedan menyebut Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Mahfud MD sama sama membawa etika yang tinggi.
Anies mengatakan, bahwa kekompakan antara Cak Imin dan Mahfud MD bukan ada kesepakatan apapun, melainkan keduanya hanya menjaga marwah debat.
"Ini bukan soal kompak dalam artian kesepakatan, ini soal kompak sama sama menjaga marwah debat. bahwa debat itu adalah sebuah proses berfikir bersama," katanya pasca debat cawapres, Minggu (21/1/2024).
Anies juga menilai, bahwa keduanya menjaga derajat perdebatan menjadi terhormat. Pada debat tersebut Cak Imin dan Mahfud sama sama menjaga kehormatan tersebut.
"Justru itu lah yg harus dilihat oleh rakyat Indonesia dalam sebuah perdebatan tentu ada perbedaan pandangan tapi disampaikan dengan senyum disampaikan dengan rasa hormat," ungkapnya.
"Disampaikan dengan menghargai walaupun isinya bisa jadi bukan sesuatu yang nyaman didengar tapi etik dalam prosesnya dijaga dan itu yang membuat Gus Imin dan pak Mahfud nampak kelihatan sama. sama apa? sama sama bawa etik yang tinggi," tutupnya.
Sebelumnya, debat cawapres sempat memanas saat Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terlihat kesal dengan tingkah Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka di debat yang digelar semalam.
Ia tampak mengajarkan soal etika ke Gibran dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Wali Kota Solo itu.
"Pak Gibran semua ada etikanya, termasuk kita diskusi, bukan tebak-tebakan definisi, atau tebak-tebakan singkatan," ujar Cak Imin.
Ia menyebut seharusnya momen debat dijadikan sebagai ajang diskusi pengambilan kebijakan untuk negara.
"Sehingga, jangan jangan kalau kita tebak-tebakan definisi di sini, saya ragu kita levelnya SD, SMP, atau jangan-jangan ijazah kita palsu semua di sini," lanjutnya.
Hal diucapkan Cak Imin saat menjawab pertanyaan dari Gibran tentang lithium ferro phosphate (LFP).
"Etika, etika itu adalah etika lingkungan, apapun yang menjadi kebijakan kita, menyangkut produksi, pengambilan tambang sumber daya alam, apapun yang digunakan untuk pembangunan bangsa ini, rujukannya adalah etika lingkungan," jelasnya.
Sementara itu, dalam debat itu juga, Gibran menyebut Mahfud MD marah gara gara tidak bisa menjawab pertanyaan sulit darinya pada saat debat.
Awalnya Mahfud MD bertanya kepada Gibran soal impor komoditas pangan dalam debat cawapres 2024 yang diawali sindiran soal pertanyaan receh.
Setelah memberikan pernyataan sindiran untuk Gibran, Mahfud MD lanjut memberikan pertanyaan terkait impor komoditas pangan.
"Pada 2019 Jokowi penyampaikan tidak akan mengimpor komoditas-komoditas pangan jika terpilih jadi presiden. Ternyata kata Pak Prabowo 4 tahun memimpin Pak Jokowi masih mengimpor. Dan itu merugikan banyak petani," kata Mahfud.
"Nanti dicek itu pertanyaan Pak Prabowo kepada Pak Jokowi saat itu. Pak Jokowi bilang tak akan impor, tapi sampai sekarang kita masih mengimpor banyak. Malah makin banyak mafianya impor mengimpor bahan pangan. Apa usulannya untuk menyelesaikan masalah 5 tahun lalu?" sambungnya.
Menanggapi hal itu Gibran menebut Mahfud MD marah gara-gara pertanyaan sulit kepadanya.
"Sepertinya Prof Mahfud agak ngambek ya! soalnya saya sudah dua kali meberikan pertanyaan yang sulit. Selalu dikomenin pertanyaan receh. Kalau receh ya dijawab loh pak, segampang itu," kata Gibran menjawab sindiran Mahfud. (aha/ree)