- Instagram @prabowo
Sering Diolok-olok Pincang, Prabowo: Risiko Tentara, Saya Pernah Terjun dan Jatuh
Jakarta, tvOnenews.com - Calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menanggapi soal dirinya yang kerap dihina karena berjalan pincang.
Dalam podcast bersama Deddy Corbuzier, Prabowo membeberkan alasannya mengaka kini ia kesulitan dalam berjalan.
Berdasarkan pengakuannya, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan pernah beberapa kali mengalami kecelakaan saat melakukan pelatihan tentara.
Hal itulah yang membuat kini ia harus berjalan sambil menyeret kakinha.
"Saya pernah terjun, jatuh dari suatu latihan di Jerman. Saya juga pernah jatuh dari tebing di daerah operasi. Iya itu risiko menjadi tentara," kata Prabowo dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, dikutip Jumat (16/2/2024).
Prabowo juga menceritakan bagaimana dirinya bertahan saat jatuh ditebing. Kala itu ia mengaku bertahan dengan bantuan pepohonan yang ada.
Capres pasangan Gibran Rakabumin Raka itu mengaku saat masih muda rasa sakit dikakinya belum muncul.
Namun dampak dari kecelakaan itu rupanya baru muncul belakangan yang menyebabkan Prabowo berjalan pincang.
"Saya baru merasakan sakit ini sekarang-sekarang ini, waktu itu kan saya nggak merasakan," jelasnya.
Karena kondisi kakinya itu, Prabowo harus mengganti pola olahraganya yang semula berlari menjadi berenang.
Dalam perbincangannya dengan Deddy Corbuzier, Prabowo mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menyimpan dendam hingga jujur soal hoaks pada Pemilu 2024.
Menurutnya, jika memelihara dendam hanya akan membuang energi yang tidak perlu.
“Pendekatan yang memahami hidup sebenarnya. Dalam arti lebih baik punya kawan dan kita berusaha jangan bikin musuh. Dan artinya tidak perlu dendam,” ucap Prabowo.
Prabowo menjelaskan Indonesia memiliki beragam budaya, sehingga kunci utamanya adalah persatuan.
Terlebih, di tahun politik yang rentan dengan berita-berita hoaks yang menimbulkan kegaduhan.
Prabowo menganalogikan, Indonesia adalah rumah bagi seluruh warganya, sehingga wajar jika terdapat perbedaan dalam pilihan.
“Kita ini satu keluarga, nusantara. Kalau kita ada perbedaan, keluarga pasti ada perbedaan. Kita semua keluarga, keluarga Indonesia. Perbedaan itu biasa,” ujar Prabowo.
“Nanti kita harus bersatu. Itu kuncinya. Harus rukun. Masa kita mau dendam. Dendam itu menghabiskan energi. Kalau saya itu. Orang gak suka sama kita yasudah, terima kasih. You go your way, I go my way,” lanjutnya.