- (Pexels/icon0 com)
Makin Mengerikan, Kasus DBD di Wilayah Jawa Barat Ini Sebabkan 6 Orang Meninggal Dunia, Masyarakat Wajib Waspada
Jakarta, tvOnenews.com - Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di bagian Jawa Barat (Jabar), membuat banyak pasien yang terjangkit penyakit tersebut alami meninggal dunia.
Bahayanya Nyamuk Aedes Aegypti yang semakin berkembang biak di sejumlah daerah Jabar, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar waspadai kasus penularan DBD yang semakin meluas.
Salah satu wilayah Jabar yang menyebabkan ratusan pasien terkena kasus DBD berada di Kabupaten Cianjur.
Bahkan angka kasus DBD yang ada di Kabupaten Cianjur masuk ke dalam peringkat ke-13 sebagai kasus tertinggi di Jabar.
Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jabar menggelar sebuah program bernama Jumat Cari dan Musnahkan Jentil (Jumat Cantik) sebagai bentuk perhatian serius terhadap maraknya kasus DBD di daerah sana.
Selama tiga bulan terakhir terhitung dari periode April 2024 ini, Bupati Cianjur Herman Suherman menginformasikan bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur berhasil menyembuhkan sebanyak 600 kasus DBD.
Beruntungnya kebanyakan pasien yang ditangani Dinkes Cianjur sembuh dari penyakit DBD yang dialami mereka sebagai penekanan serius dari Pemkab. Namun, sayangnya sebanyak enam orang harus meninggal dunia.
"Seiring tingginya kasus DBD di Cianjur, kami minta Dinkes Cianjur untuk menggencarkan program Jumat Cantik di sejumlah wilayah guna menekan angka kasus DBD," jelas Herman di Cianjur, Minggu (21/4/2024).
Tentu saja, bagi Herman program yang dibuatkan dirinya bersama Pemkab memiliki tujuan untuk selalu menekankan agar kasus DBD semakin kecil atau dimusnahkan.
Meskipun hal tersebut membutuhkan proses yang panjang, karena penyakit demam berdarah disebabkan dari Nyamuk Aedes Aegypti yang dianggap sangat berbahaya.
Karena itu pemusnahan terhadap sarang atau tempat yang berpotensi sebagai tempat persinggahan nyamuk tersebut harus terus dilakukan.
Sebab, ia menilai kalau pengasapan atau fogging tidak terlalu berpengaruh, meskipun salah satu upaya penekanan yang efektif dalam memusnahkan Nyamuk Aedes Aegypti.
Pembersihan rumah dan lingkungan yang berpotensi menjadi sarangnya, melakukan sosialisasi betapa bahayanya penyakit DBD hingga mengingatkan desa yang dianggap rawan berpotensi kasus bertambah terus diupayakan pihaknya.