- Tim tvOne/Pujiansyah
Cerita Menyedihkan Warga Lampung Alami Pemadaman Listrik Lebih Dari 24 Jam Seperti Zaman Batu, Sulit Berkomunikasi hingga Beli Genset
Bandar Lampung, tvOnenews.com - Padamnya listrik di wilayah Lampung sejak Selasa (4/5/2024) malam hingga Rabu (5/5/2024) siang, dikeluhkan masyarakat. Padamnya aliran listrik lebih dari 24 jam ini membuat berbagai aktivitas terhambat.
Salah seorang warga Kecamatan Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, Warsidi mengaku, padamnya aliran listrik membuat berbagai aktivitas terhambat.
"Lama benar mati listriknya mas, dari malam sampai pagi, air sudah abis, internet mati, handphone mati, cocok bener kayak di zaman batu, pagi ini belum mandi malah," kata dia.
Hal senada diungkapkan oleh Santi, warga Kota Bandar Lampung yang mengeluhkan hal serupa, menurutnya padam listrik sejak malam hingga pagi membuat semua kegiatannya terganggu.
"Gimana ini, semua mati, handphone ngedrop, air nggak ada, susah kalo mati lampu kayak gini, mana lama pula dari malam sampai pagi gini," ucapnya kesal.
Padamnya listrik yang melanda Bandar Lampung selama dua hari berturut-turut membawa berkah bagi para penjual genset.
Toko-toko genset di berbagai daerah di kota ini diserbu pembeli yang panik dan khawatir pemadaman listrik akan terus berlanjut.
Salah satu toko genset di Pasar Tengah, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, mengalami lonjakan pembeli yang signifikan. Stok genset di toko ini bahkan sampai kehabisan.
"Iya, ramai sekali pembeli sejak kemarin. Stok kami sampai habis," kata Husni salah satu penjual genset.
Hal senada juga disampaikan penjual Genset di Jalan Antasari, Kota Bandar Lampung. Disampaikan, Hadi, Pembeli yang datang adalah kebanyakan ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan genset untuk keperluan sehari-hari, seperti menyalakan lampu, kipas angin, dan pompa air.
Harga genset di pasaran pun mengalami kenaikan. Genset dengan daya 1500 watt yang biasanya dijual dengan harga Rp1 juta, kini bisa mencapai Rp1,1 juta.
Sementara itu, Umi, Ibu Rumah Tangga asal Tanjung Senang menuturkan, dirinya terpaksa membeli genset untuk bisa jaga-jaga apabila mati listrik kembali terjadi.
"Saya beli genset karena khawatir listrik padam lagi. Di rumah kan perlu listrik untuk air, barang elektronik, dan lainnya. Kalau berlarut mati lampunya, bakal lebih repot kalau nggak punya genset," kata Umi, seorang ibu rumah tangga warga Tanjung Senang.