- Kolase tvOnenews.com
Sosok Ini Bongkar Perilaku Polisi Sesungguhnya Saat Mengungkap Kasus Pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon
Jakarta, tvOnenews.com - Publik tak henti-hentinya menyorot kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat yang menyimpan misteri dalam pengusutan dan pengungkapannya.
Belakangan sejumlah individu buka-bukaan memberikan kesaksiannya di publik terkait kasus pembunuhan itu.
Teranyar terdapat pula kesaksian mengejutkan yang diungkap oleh Aldi adik dari Eka Sandi selaku terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.
Tak mau lagi berdiam, Aldi melalui pengakuannya membeberkan perilaku polisi dalam mengusut hingga mempidanakan 8 orang terkait kasus pembunuhan sejoli muda itu.
Hal itu disampaikan Aldi saat wawancara bersama politikus Dedi Mulyadi melalui channel YouTube miliknya yakni @KangDediMulyadi.
Ditangkap Tanpa Basa-basi Oleh Kepolisian
Aldi mengisahkan detik-detik dirinya sempat diangkut kepolisian saat mencari pelaku pembunuhan Vina dan Eky.
Aldi mengaku dirinya ditangkap kepolisian saat berada di SMP 11 Kalitanjung, Cirebon bersama 8 terpidana lainnya usai selang beberapa hari peristiwa pembunuhan terjadi.
Pada sore hari itu, dirinya bersama terpidana Saka Tatal tengah mengantarkan motor yang diminta oleh Eka Sandi.
Namun, saat mengantarkan motor kepada Eka Sandi ternyata di lokasi tersebut telah banyak anggota kepolisian dari Polresta Cirebon.
Tanpa menunjukkan surat penangkapan, kepolisian pun langsung menangkap Aldi dan Saka Tatal di lokasi dengan tuduhan sebagai pelaku kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.
"Langsung ditangkap (bareng sama Saka Tatal-red)," kata Aldi dikutip dari channel YouTube @KangDediMulyadi pada Senin (10/6/2024).
Disiksa Saat Pemeriksaan Agar Mengakui Tuduhan yang Dilayangkan Kepolisian
Aldi mengaku sore itu ia bersama 8 rekannya digiring sejumlah personel kepolisian ke Mapolresta Cirebon.
Saat itu pula kisah tragis dialami ia dan kedelapan terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky.
Pasalnya, ia mengaku mendapati sejumlah perilaku kekerasan dan penyiksaan yang dilakukan aparat kepolisian.
"Rambut dibakar pakai korek api, disetrum, diinjak-injak, dibalsem mata dan kemaluan. Habis dibakar, disetrum itu dipukuli terus disetrum lagi, terus disiksa lah," ungkap Aldi.
Lantas hal yang sama dialami oleh kedelapan terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky.