news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Muhammad Cholil Nafis.
Sumber :
  • Istimewa

Viral Larangan Hijab Seorang Dokter, MUI Kecam Hingga Cap RS Medistra Sebagai Lembaga...

Kabar viral santer tersiar pada sejumlah akun media sosial usai adanya larangan hijab terhadap dokter spesialis di RS Medistra.
Senin, 2 September 2024 - 12:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar viral santer tersiar pada sejumlah akun media sosial usai adanya larangan hijab terhadap dokter spesialis di RS Medistra.

Kabar viral tersebut santer usai Dokter Diani Kartini menggunggah surat tertanggal 29 Agustus 2029 terkait dua kerabatnya yang tiba-tiba mendapat aturan larangan hijab saat proses melamar kerja di RS Medistra, Jakarta Selatan tersebut.

Dian Kartini mengungkap kala itu dua kerabatnya bersiap diterima kerja di RS Medistra.

Namun, saat proses wawancara didapati pertanyaan terkait ketersediaan dua dokter tersebut untuk melepas hijabnya.

"Ada pertanyaan terakhir di sesi wawancara, menyatakan terkait performance dan RS Medistra merupakan RS internasional, sehingga timbul pertanyaan apakah bersedia membuka hijab jika diterima," tulis Diani dalam surat yang beredar luas tersebut dikutip pada Senin (2/9/2024).

Diani pun sempat mengaku kecewa adanya larangan hijab bagi dua kerabatnya saat akan diterima bekerja di RS Medistra.

Ia menilai jika RS Medistra disediakan untuk golongan tertentu selaiknya memberi informasi terlebih dahulu.

"Jika RS Medistra memang RS untuk golongan tertentu, sebaiknya jelas dituliskan saja kalau RS Medistra untuk golongan tertentu sehingga jelas siapa yang bekerja dan datang sebagai pasien," katanya.

MUI Sebut RS Medistra Hijab Phobia

Kabar viral larangan hijab seorang dokter spesialis bedah di RS Medistra itu pun mendapat respons negatif dari unsur masyarakat tak terkecuali Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bahkan, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Muhammad Cholil Nafis turut mengecam kabar viral tersebut.

"Tidak boleh terjadi di negeri kita yang sudah merdeka dan dijamin untuk kebebasan menjalankan agamanya. Yang begini harus diusut karena sudah melanggar kebebasan beragama," kata Cholil dalam cuitannya di akun X miliknya @cholilnafis dikutip pada Senin (2/9/2024).

Cholil mengutarakan larangan hijab seorang dokter di RS Medistra dinilai sebagai bentuk pelanggaran kebebasan beragama.

Bahkan, Cholil mengecap RS Medistra termasuk kelompok yangmasih menganut hijab phobia di tengah Indonesia telah menjamin warga negaranya untuk bebas menjalankan agamanya.

"Rumah sakit yang masih phobia hijab begini baiknya tak usah buka di Indonesia karena kita sudah merdeka dan dijamin kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing. Tolong pihak berwenang agar kasus di RS itu diusut ya agar tak menjadi preseden buruk," ungkapnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral