- Dhoni Setiawan-Antara
Masa Kegelapan Hercules Terungkap, Bermula dari Jadi Tenaga Bantuan Operasi Seroja Timor Timur hingga Ditempatkan di Pusat Rehabilitasi Cacat
Jakarta, tvOnenews.com - Masa kegelapan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Rosario de Marshal alias Hercules akhirnya.
Hercules menceritakan masa kegelapannya di Instagram @grib_jaya pada Senin (5/5/2025) lalu.
Di video itu, tampak Hercules sedang berkumpul dan berdoa dengan ratusan anak-anak yatim. Tak hanya itu, Hercules juga tampak bersilaturahmi dengan mereka.
Berdasarkan pengakuannya, kegiatan ini sudah terjadi sejak 17 tahun lalu. Hercules mengaku kegiatan ini merupakan kegiatan rutinnya setiap hari Jumat.
Ketika ditanya awak media kenapa Hercules kerap mengadakan kegiatan ini, Hercules pun menjawabnya dengan menceritakan masa kegelapannya terlebih dahulu.
“Karena begini, saya dulu di Timor Timur, saya sebagai tenaga bantuan Operasi Seroja Timor Timur. Saya kena kecelakan tangan dan saya dibawa dari Timor Timur. Saya dibawa ke sini (Jakarta) pakai pesawat Hercules 8485,” kata dia dikutip pada Kamis (8/5/2025).
Hercules pun menceritakan sesampainya di sini, dia pun masuk rumah sakit untuk mengobati bagian tubuhnya yang terluka.
“Saya berobat di RSPAD. Saya ditempatkan di pusat rehabilitasi cacat Departemen Hankam RS Cacat Bintaro. Saya ikut pendidikan, saya dikasih penghargaan, bukan saya saja tapi banyak orang. Dikasih bintang Seroja,” ungkapnya.
“Saat penutupan saya akan dikembalikan ke Timor Timur ditempatkan di Korem Dili. Itu tercatat dan jelas kesatuan saya Kopassus. Jelas, terdaftar dan ada suratnya,” sambung dia.
Setelah itu, kata Hercules, dirinya enggan kembali ke sana dan memilih untuk tetap di Jakarta. Dari situlah dia memulai kiprahnya sebagai orang yang disegani.
“Saya enggak mau. Saya mau di Jakarta. Saya pun ke Lembah Hitam. Di situlah kerjaan saya. Lembah Hitam, Tanah Abang, Tanjung Priok semua dikuasai sama saya,” terangnya.
Ketua Umum GRIB Jaya itu mengaku meskipun kala itu dirinya berkuasa, namun dia pantang untuk memeras orang. Dia juga pantang meminta-minta kepada pedagang.
“Saya janji dengan diri saya sendiri tidak boleh saya minum minuman pedagang itu. (Tidak akan) minum sebotol gratis. Itu janji saya. Apalagi minta-minta, enggak ada,” jelasnya.
Setelah itu, Hercules mengaku dirinya pun mulai belajar lebih baik lagi.
“Tahun 90-an itu saya mualaf. Saya mulai belajar salat, sedekah, orang tabrakan harus pulang ke Jawa saya biayain. Ini yang saya selama ini perbuat sampai saya tinggalkan Tanah Abang itu,” ucapnya.
Setelah itu, kata dia, Hercules berjanji untuk menyantuni anak yatim dan berdoa bersama.
“Saya mulai janji ke diri sendiri dan istri saya setiap malam Jumat memberikan santunan anak yatim dan doa di rumah. Mulai dari situ sampai sini sudah 17 tahun alhamdulillah enggak pernah putus,” katanya.
Belakangan ini nama Hercules pun menjadi viral imbas perkataan dirinya yang menyebut Sutiyoso bau tanah.
Meski demikian, Hercules pun akhirnya meminta maaf dan Sutiyoso menerima permintaan maaf itu. (nsi)