news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tak Disangka Ada Siswa SMAN 72 Jakarta yang Melihat 3 Bom Rakitan sampai Kisah Korban Mendengar 3 Ledakan.
Sumber :
  • Istimewa / viva.co.id

Fakta Baru Ledakan di SMAN 72: Bom Rakitan Diduga Dibuat dari Botol Minuman, Meledak Tiga Kali

Bom rakitan di SMAN 72 dibuat dari botol minuman berisi bahan petasan. Tiga ledakan mengguncang masjid, kantin, dan pintu belakang sekolah di Kelapa Gading.
Minggu, 9 November 2025 - 00:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Fakta baru terungkap dari kesaksian salah satu siswa SMAN 72 Kelapa Gading yang selamat dalam peristiwa ledakan bom rakitan di sekolahnya pada Jumat (7/11/2025). Dalam wawancara eksklusif bersama tvOnenews, siswa tersebut mengaku melihat secara langsung kepanikan saat tiga kali ledakan mengguncang sekolah — masing-masing di area masjid, kantin, dan pintu belakang.

Saksi menceritakan, dirinya berada di dalam masjid saat ledakan pertama terdengar. “Pas kejadian, saya langsung keluar dari masjid buat nyelamatin diri. Tapi sebelum keluar, ada ledakan lagi,” ujarnya.

Ledakan pertama dan kedua disebut terjadi beruntun dalam hitungan detik. Setelah berhasil keluar dari masjid, ia melihat banyak siswa lain berlarian ke arah gerbang depan sekolah. “Waktu saya sudah dekat lobi, dekat satpam depan, baru denger ledakan ketiga,” tambahnya.

Tiga ledakan itu membuat suasana sekolah berubah menjadi kacau. Banyak siswa dan guru panik, sebagian besar langsung berhamburan keluar tanpa sempat membawa barang-barang mereka. Polisi kemudian menemukan tiga titik ledakan: di area masjid, kantin, dan pintu belakang sekolah.

Yang mengejutkan, bentuk bom rakitan yang digunakan pelaku ternyata dibuat dari botol minuman kemasan. Saksi mendapatkan informasi soal diduga bom rakitan yang belum sempat meledak.

“Bentuknya kayak botol saus atau botol teh pucuk. Bagian atasnya dipotong, terus diisi kayak mesin petasan sama sumbu-sumbu,” ungkapnya.

Temuan itu sejalan dengan hasil pemeriksaan awal polisi yang menduga bahan peledak dibuat secara sederhana menggunakan bahan kimia ringan dan mesiu petasan. Meski daya ledaknya tidak besar seperti bom militer, ledakan beruntun tiga kali tetap menyebabkan kepanikan dan melukai beberapa orang di sekitar lokasi.

Menurut keterangan siswa, total ada enam korban luka, termasuk salah satu petugas kantin dan pelaku sendiri.

“Satu teman saya juga luka parah tapi sudah sadar. Dirawat di Rumah Sakit Islam,” katanya.

Insiden ini mengguncang dunia pendidikan Indonesia dan memunculkan banyak pertanyaan soal keamanan sekolah serta pengawasan terhadap kondisi psikologis siswa. Polisi bersama tim Gegana telah mengamankan lokasi kejadian dan memeriksa sisa material ledakan untuk memastikan komposisi bahan yang digunakan.

Sementara itu, pihak sekolah masih menutup kegiatan belajar hingga waktu yang belum ditentukan. Para korban luka dilaporkan mendapat perawatan dengan biaya ditanggung pemerintah.

Peristiwa bom rakitan SMAN 72 kini menjadi peringatan keras bagi seluruh sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap perubahan perilaku siswa dan potensi bahaya di lingkungan pendidikan. Kasus ini juga menunjukkan bahwa bahkan bahan sederhana seperti botol minuman bisa berujung pada tragedi jika berada di tangan yang salah. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:58
01:37
01:13
02:09
01:10
07:35

Viral