news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Petugas Dinas Perhubungan memeriksa mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/12)..
Sumber :
  • Antara

BGN Perketat SOP MBG: Pengantaran Makan Bergizi Gratis Kini Wajib di Luar Pagar Sekolah

BGN memperketat SOP Makan Bergizi Gratis, pengantaran kini wajib di luar pagar sekolah menyusul insiden mobil MBG di Cilincing Jakarta Utara.
Minggu, 14 Desember 2025 - 09:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan memperketat standar operasional prosedur (SOP) program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait mekanisme pengantaran makanan ke sekolah. Pengetatan ini dilakukan menyusul insiden kecelakaan mobil pengantar MBG yang menabrak 20 siswa dan seorang guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Sebagai langkah preventif, BGN menetapkan kebijakan baru bahwa seluruh pengantaran MBG tidak lagi diperbolehkan masuk ke area sekolah. Mulai ke depan, makanan hanya boleh diantarkan sampai di luar pagar sekolah dan selanjutnya diserahkan kepada pihak sekolah.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan kebijakan tersebut diambil untuk meminimalkan risiko kecelakaan di lingkungan sekolah, terutama pada jam-jam aktivitas siswa.

“Usahakan tidak masuk membawa makanan ke halaman sekolah. Cukup diantar di depan pagar. Kenapa? Karena meskipun tidak ada upacara, anak-anak sering berlari-lari di halaman sekolah,” kata Nanik dalam keterangan resmi, Minggu (14/12/2025).

Selain soal lokasi pengantaran, BGN juga menaruh perhatian serius pada kualitas dan kompetensi sopir pengantar MBG. Nanik menegaskan, pengemudi kendaraan distribusi MBG wajib merupakan sopir profesional, bukan sopir cabutan atau pengemudi yang tidak memiliki latar belakang kerja sebagai sopir.

“Harus benar-benar sopir. Punya SIM dan menguasai kendaraan yang digunakan, baik manual maupun matic. Bukan orang yang baru belajar mengemudi atau sekadar asal punya SIM A,” tegasnya.

Menurut Nanik, SIM A semata tidak cukup jika tidak diiringi dengan pengalaman dan kemampuan mengemudi yang memadai. Sopir MBG juga harus memahami medan, rute pengantaran, serta kondisi lalu lintas di sekitar sekolah yang umumnya padat dan rawan kecelakaan.

Tak hanya aspek teknis, BGN juga mensyaratkan aspek kepribadian dan kesehatan pengemudi. Sopir pengantar MBG harus memiliki rekam jejak yang baik, tidak pernah terlibat kasus narkoba, serta berada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

“Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Jadi tidak bisa asal rekrut hanya karena pertimbangan biaya murah,” ujar Nanik.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral