news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ditjen Bimas Islam Kemenag kebut pemulihan layanan dan fasilitas keagamaan di wilayah terdampak bencana menjelang Bulan Ramadan..
Sumber :
  • Kemenag

Jelang Ramadan, Kemenag Kebut Pemulihan Fasilitas Ibadah Terdampak Banjir Sumatra-Aceh

Pemulihan layanan keagamaan dilakukan melalui kerja sama lintas pihak. Kementerian Agama menggandeng BAZNAS, lembaga amil zakat, unsur masyarakat, serta perguruan tinggi.
Rabu, 14 Januari 2026 - 16:20 WIB
Reporter:
Editor :

Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, Kemenag memantau dapur umum yang melayani puluhan hingga ratusan keluarga, penyaluran bantuan beras, serta penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Abu menilai masjid dan meunasah memiliki peran strategis sebagai pusat layanan sosial-keagamaan sekaligus ruang pemulihan psikososial warga terdampak.

Selain pemulihan fisik, pembinaan keagamaan dan dukungan psikologis turut menjadi perhatian. Di sejumlah titik dilakukan pengajian, pembagian Al-Qur’an dan Iqra, serta kegiatan trauma healing yang melibatkan relawan dan pemangku kepentingan zakat dan wakaf. Berbagai fasilitas pendukung ibadah seperti tandon air, filter air minum, dan perangkat suara juga disiapkan.

“Peran KUA menjadi perhatian khusus. Kami memastikan layanan pencatatan nikah, konsultasi keagamaan, zakat, wakaf, hingga mediasi sosial tetap berjalan. KUA adalah garda terdepan layanan keagamaan di tingkat akar rumput, terutama saat masyarakat menghadapi krisis,” imbuhnya.

Komitmen pemulihan layanan keagamaan juga dilakukan di Sumatra Barat. Pada Senin (12/1/2026), Bimas Islam Kementerian Agama menyalurkan bantuan pascabencana senilai Rp1,075 miliar di Padang. Bantuan tersebut berasal dari anggaran Kementerian Agama serta dukungan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia, mencakup rehabilitasi KUA terdampak di tiga lokasi, bantuan meubelair melalui skema SBSN, serta santunan bagi penghulu, tokoh agama, dan majelis taklim yang terdampak.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi menyatakan, kehadiran Kementerian Agama bertujuan memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan di tengah situasi bencana. “Kehadiran kami selain memberikan bantuan, juga ingin memastikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya keagamaan, tidak terhenti,” ujar Zayadi.

Menjelang Ramadan, ia berharap rumah ibadah dan KUA dapat kembali beroperasi secara optimal. Menurutnya, KUA memiliki fungsi strategis sebagai pusat layanan multifungsi, mulai dari pencatatan pernikahan, konsultasi syariah, zakat, wakaf, hingga penanganan konflik sosial keagamaan.

Di Sumatra Utara, Direktorat Jenderal Bimas Islam turut menyalurkan bantuan pascabencana senilai Rp1,25 miliar kepada majelis taklim, organisasi kemasyarakatan Islam, yayasan, tokoh agama, serta untuk rehabilitasi masjid dan musala yang terdampak banjir. Bantuan rehabilitasi dialokasikan Rp50 juta per unit dengan total Rp750 juta, sementara Rp500 juta disalurkan kepada lembaga dan tokoh keagamaan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:11
16:50
02:22
01:18
07:14
01:15

Viral