news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Disebut Abaikan Kasus Aurelie Moeremans Vs Roby Tremonti Tahun 2011, Kak Seto Akhirnya Buka Suara.
Sumber :
  • Kolase Instagram @kaksetosahabatanak/@aurelie

Disebut Abaikan Kasus Aurelie Moeremans Vs Roby Tremonti Tahun 2011, Kak Seto Akhirnya Buka Suara

Kak Seto terseret dalam kasus child grooming yang hangat dibicarakan dalam buku "Broken Strings" karya Aurelie Moeremans. Kejadian masa lalu kembali dibahas.
Kamis, 15 Januari 2026 - 15:19 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Seto Mulyadi alias Kak Seto turut terseret dalam kasus child grooming yang belakangan ini diangkat oleh Aurelie Moeremans dalam buku "Broken Strings".

Di dalam buku itu, Aurelie menceritakan tentang kisahnya yang menjadi korban child grooming dengan seorang pria bernama Bobby.

Aurelie mengungkapkan ia bahkan sempat menikah dengan pelaku child grooming itu namun berakhir cerai karena KDRT.

Meski tak disebutkan nama asli orang-orang yang ada dalam buku tersebut, namun netizen menggali cerita lama yang pernah terjadi pada Aurelie.

Netizen kemudian mencari-cari berita masa lalu dan terungkap bahwa Aurelie pernah menikah saat usianya 18 tahun dengan aktor Roby Tremonti yang berusia 31 tahun.

Namun, sebelum akhirnya menikah keduanya sempat berpacaran. Hal yang menjadi sorotan adalah usia keduanya yang terpaut jauh. 

Terungkap ternyata pada masa itu, orang tua Aurelie sempat meminta tolong kepada Komnas Perlindungan Anak.

Namun, dikatakan bahwa saat itu, Komnas Perlindungan Anak yang diketuai Kak Seto tidak bertindak atas kasus child grooming tersebut.

Sampai akhirnya kedua orang tua Aurelie mengangkat kasus itu ke media karena tak kunjung mendapat respons berarti dari Kak Seto.

Namanya turut diseret, Kak Seto pun akhirnya angkat bicara melalui akun Instagram-nya, Kamis (15/1/2026).

Ia mengatakan, selama satu dekade terakhir praktik pendampingan anak dan cara pandang terhadap relasi kuasa sudah terus berkembang.

"Pada masanya, setiap pendampingan dan pernyataan disampaikan berdasarkan pengetahuan, kewenangan, serta kerangka pemahaman yang berlaku saat itu," tulis Kak Seto.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa standar perlindungan anak hari ini membutuhkan kepekaan dan kehati-hatian yang lebih.

Terkait hal itu, praktik-praktik masa lalu menjadi refleksi dalam proses pembelajaran berkelanjutan sehingga menguatkan perlindungan anak ke depannya.

Ia pun menegaskan bahwa segala bentuk manipulasi relasi tidak setara serta praktik child grooming adalah hal yang harus dikecam.

"Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk dimintai pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa," kata dia.

Kak Seto pun mengapresiasi kepada pihak yang berani bersuara atas pengalaman buruk masa lalunya.

Menurutnya, suara tersebut adalah pengingat agar system perlindungan anak terus diperbaiki dan diperkuat.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi isu ini dengan empati, kebijaksanaan, dan fokus pada tujuan bersama, menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak Indonesia hari ini dan di masa depan," katanya lagi. (iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:20
02:48
05:35
02:43
02:14
02:06

Viral