- Antara
Orang Tua Wajib Waspada, Polisi Bongkar Peredaran Obat 'Penghilang Takut' yang Biasa Dipakai Remaja di Bekasi
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pria berinisial MA, yang diduga kuat menjadi pengedar obat terlarang golongan G jenis tramadol dan eximer, diringkus polisi di kawasan Jalan Cibinong, Desa Cikedokan, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, AKP Engkus, mengungkapkan bahwa keberhasilan operasi ini berkat peran aktif warga yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan terkait transaksi obat-obatan di lokasi tersebut.
Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas langsung melakukan penyergapan dan penggeledahan.
"Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah obat keras golongan G yang diduga diperjualbelikan tanpa izin. Pelaku kami amankan bersama barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat," katanya di Cikarang, Senin (26/1).
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang cukup banyak, di antaranya 141 butir tramadol dan 68 butir eximer.
Selain obat-obatan, petugas juga mengamankan satu unit ponsel, uang tunai hasil penjualan sebesar Rp282 ribu, serta sebuah gunting.
Akibat perbuatannya, MA kini terancam hukuman berat. Ia dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (1) dan (2).
Aturan ini menyasar peredaran sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar keamanan, dengan ancaman bui hingga 12 tahun.
AKP Engkus menegaskan bahwa pengawasan lingkungan sangat krusial dalam memberantas penyakit masyarakat ini.
Menurutnya, obat-obatan jenis ini sering kali menjadi pemicu utama gangguan kamtibmas, terutama aksi tawuran di kalangan remaja.
"Biasanya mereka pakai sebelum tawuran untuk menghilangkan rasa takut," ujarnya.
Lebih lanjut, kepolisian mengimbau para orang tua agar memberikan pengawasan ekstra terhadap anak-anak mereka.
Penggunaan obat-obatan ilegal bukan hanya merusak kesehatan secara permanen, tetapi juga mendorong perilaku menyimpang dan kriminal.
Polsek Cikarang Barat memastikan akan terus mengejar para pelaku lainnya demi menjaga kondusivitas wilayah. Namun, AKP Engkus mengakui bahwa peran publik adalah kunci utama keberhasilan di lapangan.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri, butuh sinergi seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan wilayah yang kondusif, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," kata dia. (ant/dpi)