news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Babinsa, Serda Heri diberikan hukuman berat, buntut mengamankan dan menuduh pedagang es gabus, Sudrajat, menggunakan bahan baku berbahaya, spons..
Sumber :
  • Istimewa

Keadilan untuk Pedagang Es Gabus: Babinsa yang Menuduhnya Dikenakan Hukuman Berat

Anggota TNI, Babinsa, Serda Heri diberikan hukuman berat, buntut mengamankan dan menuduh pedagang es gabus, Sudrajat, menggunakan bahan baku berbahaya, spons.
Kamis, 29 Januari 2026 - 21:25 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Babinsa, Serda Heri diberikan hukuman berupa penahanan selama 21 hari oleh Kodim 0501/Jakarta Pusat, buntut mengamankan dan menuduh pedagang es gabus, Sudrajat, menggunakan bahan baku berbahaya, spons.

Dandim 0501/JP, Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, mengatakan, hukuman ini diberikan usai digelarnya sidang hukuman disiplin militer.

“Pagi hari ini kami telah melaksanakan sidang hukuman disiplin militer terhadap prajurit kami, Babinsa-03 Koramil 07 Kemayoran Kodim 0501/JP. Hukuman yang dijatuhkan berupa hukuman berat,” kata Alam, dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).

Lebih lanjut, Alam menegaskan, selain hukuman penahanan maksimal selama 21 hari, Serda Heri juga dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Darat. Hal ini sebagai upaya pembinaan dan penegakan tata tertib organisasi.

“Proses penanganan pelanggaran prajurit dilaksanakan secara transparan dan profesional, dengan tujuan sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” terangnya.

Kemudian Alam menerangkan, langkah ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab institusi dalam memastikan setiap prajurit menjalankan tugas sesuai norma dan etika keprajuritan.

“Kami mengingatkan kepada seluruh Babinsa untuk senantiasa menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam pelaksanaan tugas, serta mengedepankan pendekatan yang humanis sebagai bagian dari rakyat,” jelas Alam.

Sebelumnya diberitakan, Sudrajat, pedagang es gabus membeberkan kronologi peristiwa yang dialaminya, mulai dari tudingan es beracun hingga dugaan pemukulan dan pengurungan selama berjam-jam.

Peristiwa itu bermula ketika Sudrajat tengah berjualan seperti biasa. Ia mengaku dituduh menjual es kue jadul berbahan spons setelah seorang anak menyampaikan laporan kepada orang dewasa di lokasi.

“Anaknya yang bilang. Pak ini es racun pak. Panggil tuh tukang es kue itu. Lalu mata-mata dia suruh beli. Disuruh bawa,” ujar Sudrajat dikutip wartawan, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menyebut, seseorang membeli lima es kue darinya, namun satu diantaranya tidak dibayar. Tak lama kemudian, situasi berubah mencekam. Sudrajat mengaku dikepung dan mengalami kekerasan fisik.

“Beli lima yang bohong satu, lama-lama saya dikepung, ditonjok,” katanya.

Saat ditanya siapa yang memukulnya, Sudrajat menyebut keterlibatan aparat.

“Polisi ama tentaranya juga,” katanya.

Sudrajat kemudian dibawa dari lokasi kejadian ke Markas Polsek Kemayoran. Menurut pengakuannya, proses pemukulan tidak berhenti di jalan. Ia menyebut pemukulan terjadi di sebuah pos.

“Dibawa ke mobil, dibawa ke Polsek kemayoran,” ujarnya.

Dalam kondisi tertekan, Sudrajat mengaku dipaksa mengakui sesuatu yang bukan perbuatannya.

“Ampun pak, ampun pak. Bukan punya saya, punya bos. Kalo gak percaya ikut aja, ke depok lama (pabrik pembuat kue),” tuturnya menirukan ucapannya saat itu.

Ia mengaku sempat diminta makan, lalu kembali dimasukkan ke mobil. Namun trauma sudah telanjur membekas. Dirinya juga diperingati untuk tidak jualan di sana lagi. Akibat kejadian tersebut, Sudrajat mengaku mengalami trauma dan gangguan kesehatan.

“Iya trauma, pusing kepala saya,” kata dia.

Sudrajat yang telah berjualan es kue selama 30 tahun itu menyebut mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Ia juga mengaku dikurung di pos selama sekitar satu jam.

“Luka di wajah, di dada dipukul, tiga kali dipukul pake selang dan ditendang,” katanya.

“Di sana saya dikurung, sampai nangis. (Dikurung) 1 jam. Jam tiga sore sampai magrib,” ucapnya.

Ia juga menyebut kondisi dagangannya rusak akibat insiden tersebut. Ketika ditanya pesan untuk aparat, Sudrajat hanya bisa mengungkapkan kepedihannya.

“Kue saya dibejek-bejek udah kaya t*i,” kata Sudrajat.

“Gak ada, saya mau nangis gak ada yang nolongin, warga juga dipukulin gak ada yang nolong,” tutur dia lagi. (ars/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
01:28
05:06
02:41
02:06
02:28

Viral