- Istimewa
Pengakuan Gus Yahya soal Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Jakarta, tvOnenews.com - Pengakuan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kini menyedot perhatian publik. Pasalnya, ia secara gamblang menyatakan tidak terlibat dalam kasus korupsi kuota haji yang menyeret adiknya mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.
"Ya, sebetulnya saya nggak usah ngomong semua orang sudah tahu juga kan. Bahwa pertama-tama tidak mungkin ada campur tangan dalam masalah hukum yang bisa saya lakukan. Apalagi sebagai Ketua Umum PBNU, apalagi dengan membawa institusi PBNU," ungkap Gus Yahya dengan lantang di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2025).
Kemudian Gus Yahya mempersilakan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Kemudian, ia berharap keadilan bisa ditegakkan.
"Maka dalam urusan yang menyangkut Yaqut, orang kan tahu semua itu adik saya. Ya, dalam masalah hukumnya, saya sama sekali tidak campur tangan silakan. Silakan diproses seperti apa, saya hanya berharap bahwa keadilan sungguh-sungguh bisa ditegakkan dalam soal ini ya," bebernya.
Selain itu, Gus Yahya memastikan tidak terlibat dalam perkara dugaan korupsi kuota haji yang tengah diusut KPK. Dia menyebut tak ada urusan apapun terkait kasus tersebut.
"Dan kemudian apakah ada individu-individu dari orang petinggi PBNU yang tersangkut soal ini? Ya silakan saja, silakan diproses. Tapi satu hal saya ingin nyatakan, saya ingin tegaskan bahwa saya, karena kalau disebut petinggi NU kan saya termasuk petinggi NU ya? Iya," ucapnya.
"Saya sama sekali tidak bersangkut paut soal ini. Saya sama sekali tidak pernah di-engage oleh KPK maupun penegak hukum yang lain soal ini. Dan saya memang tidak punya urusan apa-apa dalam soal ini," sambungnya.
Kemudian, Gus Yahya menjamin tidak ada keterlibatan PBNU dalam kasus tersebut. Semua persoalan menjadi tanggung jawab masing-masing.
"Yang kedua bahwa PBNU dan Nahdlatul Ulama saya jamin sama sekali tidak terlibat dan tidak terkait dengan persoalan yang sedang dihadapi oleh Yaqut di KPK itu, ya. Saya kira ini yang perlu kami tegaskan," kata Gus Yahya.