- Antara
Petinggi OJK–BEI Mundur Beruntun, Ekonom Unand Ingatkan Risiko Kekosongan Kendali IHSG
“Tindakan yang mahal secara reputasi dapat memperkuat kredibilitas komitmen reform ketika publik melihat perubahan aturan berjalan cepat dan konsisten,” ucapnya.
Karena itu, ia menilai dampak pengunduran diri para petinggi tidak bersifat otomatis, baik positif maupun negatif.
Penilaian pasar akan sangat ditentukan oleh kecepatan eksekusi reformasi dan disiplin komunikasi regulator dalam beberapa pekan ke depan.
“Jadi, dampaknya tidak otomatis negatif atau positif; dampaknya ditentukan oleh kecepatan eksekusi reform dan disiplin komunikasi regulator dalam beberapa pekan ke depan, karena pasar menilai tindakan nyata lebih tinggi daripada pergantian figur,” pungkas Syafruddin.
Seperti diketahui, Ketua OJK Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri bersama dua pejabat strategis yang membidangi pengawasan pasar modal, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK).
Di hari yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga menyatakan mundur dari jabatannya, menyusul gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir. (agr/muu)