- Antara
Abraham Samad Bocorkan Isi Pembicaraan Bersama Prabowo soal Pemberantasan Korupsi
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad angkat bicara soal pembahasannya bersama Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan pemberantasan korupsi pada Jumat, 30 Januari 2026 lalu.
Abraham Samad menyampaikan kepada Prabowo bahwa KPK kini dianggap lemah karena perubahan undang-undang KPK yang telah direvisi.
"Saya sampaikan bahwa, kalau sekarang dianggap KPK melemah, itu disebabkan oleh Undang-Undang KPK yang sudah dipreteli atau direvisi pada tahun 2019," ucap Abraham Samad kepada wartawan, dikutip Senin, 2 Februari 2026.
"Oleh karena itu, Undang-Undang KPK harus dikembalikan lagi seperti dulu kalau kita ingin melihat KPK-nya kuat, bisa memberantas korupsi seperti dulu lagi," sambungnya.
Samad mengaku memberikan pandangannya untuk meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang pada tahun 2025 berada di angka 37. Dia menilai Indonesia perlu mempunyai peta jalan untuk bisa mewujudkan hal tersebut.
"Kalau Indonesia IPK-nya mau meningkat baik, maka pemberantasan korupsinya harus serius. Harus menyentuh akar permasalahan," kata dia.
Ia menambahka, hal yang harus dilakukan selaras dengan mandat United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) yang terdiri dari foreign bribery, trading in influence, illicit enrichment, commercial bribery, dan judicial corruption.
"Itu yang saya sampaikan kalau kita ingin serius dalam pemberantasan korupsi," ujarnya.
Ia mengungkapkan, pertemuan dengan sejumlah tokoh itu berlangsung cair tapi serius. Bahkan, Samad mengaku Prabowo akan melanjutkan pertemuan tersebut di Hambalang.
"Diskusinya itu sebenarnya belum selesai, maka Pak Prabowo menyatakan kepada kita semua bahwa diskusi ini akan dilanjutkan di Hambalang dengan melibatkan tokoh-tokoh lain," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan ada pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh. Namun, dia membantah para tokoh itu merupakan oposisi.
Adapun pertemuan itu berlangsung di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Jumat, 30 Januari 2026.
"Ndak, ndak ada yang oposisi," kata Prasetyo kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026.
Prasetyo lantas membocorkan tokoh-tokoh yang bertemu Prabowo. Mereka antara lain, eks Kabareskrim Susno Duadji dan peneliti senior BRIN Prof Siti Zuhro.